Data ekonomi AS pekan lalu seolah memberi angin. Inflasi tahunan November tercatat 2,7 persen, lebih rendah dari perkiraan para ekonom. Sinyal lain datang dari pasar tenaga kerja, di mana tingkat pengangguran naik menjadi 4,6 persen level tertinggi sejak akhir 2021.
Streible melihat data ini sebagai konfirmasi. "Ini menegaskan bahwa The Fed seharusnya tetap berada di jalur pelonggaran, itulah salah satu pendorong utama. Faktor kedua adalah tingginya ketidakpastian terkait arah kebijakan bank sentral," imbuhnya.
Memang, menurut pantauan LSEG, pasar masih percaya The Fed akan memotong suku bunga setidaknya dua kali tahun depan.
Gairah tak hanya terjadi di perak dan emas. Platinum ikut meroket 3,1 persen ke USD1.975,51, melanjutkan reli setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun. Palladium juga naik 0,8 persen, menutup pekan di USD1.709,75. Keduanya sukses mencatat kenaikan mingguan, menutup pekan dengan warna hijau yang cerah.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram Pasca-Lebaran, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Galeri24 dan UBS Stabil