Prabowo Koreksi Istilah Uang Lelah untuk TNI: Tentara Tak Boleh Lelah

- Kamis, 01 Januari 2026 | 14:12 WIB
Prabowo Koreksi Istilah Uang Lelah untuk TNI: Tentara Tak Boleh Lelah

Rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis lalu, sempat memanas. Bukan karena persoalan teknis, melainkan justru soal istilah. Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba menyela paparan yang disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Masalahnya muncul ketika Suharyanto menjelaskan dukungan logistik untuk prajurit TNI yang diterjunkan di lokasi bencana. Dia menyebut ada komponen uang makan dan juga 'uang lelah' untuk personel di lapangan.

"Para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp 165.000," jelas Suharyanto di hadapan forum.

Kalimat itu langsung ditangkap Prabowo. Wajahnya berubah serius. Tanpa menunggu lama, dia pun menyampaikan protesnya.

"Kalau tentara jangan uang lelah, ya. Karena tentara enggak boleh lelah," tegas Prabowo. Suaranya tegas, terdengar jelas di ruang rapat.

Mendengar respons itu, Suharyanto segera menyadari 'kesalahan' diksinya. Dia pun langsung mengoreksi diri.

"Uang saku, Bapak. Siap," sahut Suharyanto, menyesuaikan penyebutannya.

Namun begitu, Prabowo rupanya punya istilah lain yang lebih pas menurutnya. Alih-alih 'uang saku', dia mengusulkan sebutan yang berbeda sama sekali.

"Uang semangat. TNI tidak mengenal lelah. Berbakti kepada negara dan bangsa," tutur Presiden, menutup pembahasan soal itu.

Pergantian istilah kecil itu, dari 'lelah' menjadi 'semangat', menyisakan kesan mendalam. Di satu sisi, terlihat sikap tegas Prabowo yang ingin menjaga etos prajurit. Di sisi lain, nuansa rapat yang formal tiba-tiba diwarnai percakapan yang lebih manusiawi, penuh sentilan halus. Semua terjadi hanya dalam hitungan menit, tapi cukup menggambarkan dinamika di dalam ruangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar