Rapat koordinasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis lalu, sempat memanas. Bukan karena persoalan teknis, melainkan justru soal istilah. Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba menyela paparan yang disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.
Masalahnya muncul ketika Suharyanto menjelaskan dukungan logistik untuk prajurit TNI yang diterjunkan di lokasi bencana. Dia menyebut ada komponen uang makan dan juga 'uang lelah' untuk personel di lapangan.
"Para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp 165.000," jelas Suharyanto di hadapan forum.
Kalimat itu langsung ditangkap Prabowo. Wajahnya berubah serius. Tanpa menunggu lama, dia pun menyampaikan protesnya.
"Kalau tentara jangan uang lelah, ya. Karena tentara enggak boleh lelah," tegas Prabowo. Suaranya tegas, terdengar jelas di ruang rapat.
Artikel Terkait
Akademikus Rismon Sianipar Buka Suara: Wapres Gibran Tak Lulus SMA dalam Buku Baru
Tito Desak Kepala Daerah Aceh Percepat Data Kerusakan Rumah
Tiga Polisi Lumajang Naik Pangkat Usai Sabet Emas SEA Games
Di Stasiun Bersejarah, Zohran Mamdani Dilantik sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York