Abadi Lestari Indonesia pun mencatatkan kenaikan solid sebesar 24,56 persen, bertengger di Rp 1.065.
Namun begitu, ada sedikit ganjalan dari sisi mata uang. Menurut pantauan Bloomberg, rupiah justru melemah tipis terhadap dolar AS. Nilai tukarnya melemah 35 poin (0,21 persen) ke level Rp 16.729 per dolar. Jadi, meski saham meriah, mata uang kita agak tertekan.
Bagaimana dengan suasana di regional Asia? Campur aduh, sih. Tidak seragam.
Indeks Nikkei 225 di Jepang justru turun 0,85 persen ke 49.092,6. Hang Seng di Hong Kong juga ikut merosot 0,44 persen.
Tapi, ada cahaya dari China. Indeks SSE Composite di sana justru naik 0,38 persen. Sementara itu, bursa Singapura yang diukur dengan Indeks Straits Times sedikit terkorosi, turun 0,26 persen.
Jadi, secara umum, performa IHSG hari ini cukup tangguh di tengah kondisi regional yang beragam. Mari kita lihat bagaimana sesi selanjutnya berjalan.
Artikel Terkait
SOLA Kantongi Kontrak Rp14,72 Miliar untuk Perkuat Jalan Hauling Batu Bara di Sumsel
Emas Batangan Melonjak 29%, Perhiasan Tersisih di Tengah Gejolak Ekonomi
Indonesia Pacu Reformasi, Bidik Kursi Penuh OECD pada 2027
Prabowo Cabut Akses MLM di Marketplace, Perketat Aturan Main