IHSG Terseret Merah, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Tekanan

- Senin, 15 Desember 2025 | 17:25 WIB
IHSG Terseret Merah, Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat di Tengah Tekanan

Pasar saham Indonesia memulai pekan ini dengan sentimen yang kurang bersahabat. IHSG ditutup melemah tipis 0,13 persen, atau sekitar 10,83 poin, ke level 8.649 pada perdagangan Senin (15/12/2024).

Kalau dilihat pergerakannya, suasana pasar terbilang cukup beragam. Dari total saham yang diperdagangkan, 340 saham berhasil naik. Namun, jumlah saham yang tertekan juga tidak sedikit, mencapai 329 emiten. Sementara itu, ada 132 saham lainnya yang harganya cenderung datar-datar saja, stagnan.

Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai. Volume saham yang berpindah tangan mencapai 58,20 miliar lembar. Nilai transaksinya pun besar, menembus angka Rp33,41 triliun, yang terjadi dalam lebih dari 3,5 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor justru terperosok ke zona merah. Tekanan terberat datang dari sektor energi yang anjlok 3,45 persen. Infrastruktur dan bahan baku juga ikut terimbas, masing-masing turun 1,94 persen dan 1,40 persen. Sektor teknologi dan properti pun tak luput dari koreksi, dengan penurunan di bawah satu persen.

Di sisi lain, ada beberapa sektor yang justru menjadi penyelamat dan berhasil menahan laju pelemahan IHSG. Sektor kesehatan meroket dengan kenaikan fantastis 3,50 persen, diikuti sektor keuangan yang naik 2,20 persen. Sektor industri serta konsumen siklikal dan non-siklikal juga mencatatkan keuntungan, meski lebih moderat.

Performa saham individu pun sangat beragam. Di papan gainers, tiga saham mencatatkan lonjakan yang luar biasa.

PP Presisi (PPRE) melesat 34,19 persen ke level Rp157. Eratex Djaja (ERTX) nyaris menyamainya dengan kenaikan 34,03 persen ke Rp256. Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) menyusul dengan keuntungan 25,36 persen, ditutup di Rp173.

Tapi, tidak semua beruntung. Di daftar losers, tekanan jual cukup keras.

Bukit Uluwatu Villa (BUVA) terpangkas 14,78 persen ke Rp1.355. Hensel Davest Indonesia (HDIT) dan Energi Mega Persada (ENRG) juga terpuruk, masing-masing anjlok 14,44 persen dan 13,12 persen.

Begitulah kondisi pasar di awal pekan: ada yang merayakan kenaikan, tak sedikit pula yang harus menelan pil pahit koreksi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar