JAKARTA – Target jumlah perusahaan yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran saham perdana atau IPO tahun ini, ternyata direvisi. Dari semula 66, kini cuma 45 perusahaan. Padahal, hingga saat ini, yang sudah beneran melantai baru 24 emiten. Lantas, apa penyebabnya?
Inarno Djajadi, selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, angkat bicara. Menurutnya, penurunan target ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Justru, ini menunjukkan pergeseran fokus.
"OJK bersama BEI menekankan agar emiten yang melakukan IPO memiliki fundamental yang kuat, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan usaha yang memadai," jelas Inarno dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/12/2025).
Intinya, kata dia, yang dikejar sekarang adalah kualitas, bukan sekadar kuantitas. Dengan begitu, kredibilitas pasar tetap terjaga dan investor pun bisa lebih terlindungi.
Artikel Terkait
Ketua OJK Dapat Kabar Mundurnya Dirut BEI dari YouTube
Rosan Roeslani: BUMN Kuasai 30 Persen Pasar Modal, Demutualisasi BEI Jadi Prioritas
Pasar Bergegas, Pucuk Pimpinan BEI Mengundurkan Diri
Airlangga Tegaskan Kenaikan Free Float Justru Akan Genjot Likuiditas Pasar