Banjir yang melanda beberapa wilayah Sumatera awal Desember ini memang bikin waswas. Kawasan permukiman terendam, akses jalan putus, dan aktivitas ekonomi pun ikut terganggu. Tak terkecuali sektor perkebunan kelapa sawit yang jadi andalan di sana. Nah, di tengah situasi itu, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) akhirnya angkat bicara.
Perusahaan ini punya kebun sekaligus pabrik pengolahan sawit di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Lokasinya termasuk yang terdampak. Menurut Direktur CSRA, Seman Sendjaja, banjir memang mempengaruhi operasional anak usahanya di sana.
Tapi dampaknya ternyata tak separah yang dikhawatirkan.
"Dampak banjir pada entitas anak usaha perseroan tidak signifikan," ujar Seman dalam keterangan resminya, Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan, hanya sebagian kecil area di pinggiran kebun yang terendam. Kerusakan yang ditimbulkan pun disebut tidak berarti. Yang penting, operasional sudah kembali normal sejak tanggal 2 Desember lalu. Artinya, aset produksi dan karyawan mereka aman-aman saja.
Lahan anak usaha CSRA itu sendiri punya Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU). Kontribusinya bagi perusahaan terbilang solid. Coba lihat, sampai November 2025, pendapatannya sudah menembus angka Rp681,1 miliar. Cukup signifikan, kan?
Memang, bencana ini cukup serius. Curah hujan ekstrem bikin sungai-sungai meluap, merendam Aceh, Sumut, hingga Sumbar. Banyak aktivitas lumpuh, termasuk di perkebunan. Namun begitu, kabar dari CSRA ini setidaknya memberi gambaran bahwa operasional di lapangan perlahan mulai pulih. Meski begitu, tetap saja bencana ini jadi pengingat betapa rentannya aktivitas ekonomi terhadap gangguan alam.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen