Dalam kerja sama ini, peran masing-masing mitra sudah jelas. Pegadaian akan bertindak sebagai Bullion Bank, sementara Deutsche Bank mengambil peran sebagai Bank Kustodian.
Kehadiran Deutsche Bank sebagai kustodian diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor. Bank global ini punya track record panjang dalam mengadministrasikan ETF, baik berbasis efek maupun emas, di berbagai pasar dunia.
Produk ini dirancang untuk mengikuti dinamika harga emas global dengan biaya yang kompetitif. Ernawan meyakini, RDB Emas Syariah ini akan menjadi solusi investasi modern.
Optimisme Mandiri Investasi cukup tinggi. Mereka yakin produk ini akan disambut baik oleh investor ritel maupun institusi, dan menjadi katalis pertumbuhan Aset Kelolaan (AUM) perusahaan di tahun 2026.
Hingga 4 Desember 2025, dana kelolaan konsolidasi Mandiri Investasi tercatat telah melampaui angka Rp80 triliun. Proyeksi ke depannya, angka ini masih akan terus meningkat.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,05% Jelang Lebaran, Tekanan Global dan Minyak Picu Aksi Jual
Harga Minyak Bertahan Tinggi, Selat Hormuz Tetap Tertutup Picu Kekhawatiran Pasar
Analis Prediksi IHSG Masih Berpotensi Koreksi, Soroti Emiten Potensial
Jepang dan Korea Selatan Siaga Intervensi Pasar, Waspadai Pelemahan Yen dan Won