PT Mandiri Sekuritas punya rencana besar untuk tahun 2026. Mereka sedang memproses minat penawaran umum perdana (IPO) dari beberapa calon emiten berukuran jumbo. Bahkan, bukan cuma sekadar besar, tapi ada yang masuk kategori "lighthouse" istilah untuk perusahaan dengan nilai aset yang benar-benar raksasa.
Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, mengonfirmasi hal ini. Saat ditemui di Jakarta Selatan awal Desember lalu, dia tampak optimis.
"Ada beberapa (lighthouse), lebih dari lighthouse ya," ujarnya.
Oki enggan merinci sektor-sektor spesifik dari calon-calon emiten dalam pipeline mereka. Tapi, dia memberikan bocoran menarik. Salah satu yang akan dibawa ke bursa berasal dari sektor sumber daya alam. Waktunya diperkirakan bakal terjadi pada paruh pertama 2026.
"Ya, first half lah ya. Yang pasti ada natural resources," katanya singkat.
Menurut Oki, momentum di tahun depan terasa berbeda. Dia yakin kualitas IPO yang akan muncul lebih kuat, didukung oleh narasi bisnis yang menjanjikan.
"Tahun depan ada yang menarik-menarik. Story-storynya lebih bagus. Mantap lah," tambahnya dengan nada penuh keyakinan.
Fokus pada emiten berskala besar ini sejalan dengan harapan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kehadiran "lighthouse IPO" dinilai bukan sekadar tambahan jumlah. Perusahaan-perusahaan besar itu bisa menciptakan likuiditas yang sehat dan menjadi magnet bagi investor, baik lokal maupun asing.
Pada akhirnya, emiten dengan aset dan kapitalisasi pasar yang besar bakal memperkuat fondasi pasar modal kita. Strukturnya jadi lebih kokoh.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, punya pandangan serupa. Menurutnya, masuknya perusahaan-perusahaan besar ke papan bursa adalah sinyal optimisme terhadap ekonomi nasional.
Nyoman juga mengungkapkan fakta menarik dari sisi investor. Banyak investor institusi, baik dari dalam maupun luar negeri, sebenarnya menunggu kehadiran perusahaan-perusahaan dengan reputasi tinggi sebelum mereka benar-benar menanamkan modal di Indonesia.
“Dengan masuknya perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menghadirkan aliran dana ke pasar modal Indonesia, yang pada akhirnya dapat mendukung likuiditas sekaligus dapat menciptakan kestabilan bagi pasar,” jelas Nyoman.
Jadi, tahun 2026 nanti tampaknya akan jadi periode yang seru untuk diikuti. Semua mata kini tertuju pada pipeline Mandiri Sekuritas dan calon-calon raksasa yang siap melantai.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020