Namun begitu, perjalanan proyek ini tak mulus. Konflik geopolitik Rusia dan Ukraina yang memicu sanksi AS sempat membuat segalanya serba tak pasti. Isu-isu tentang pergantian mitra untuk menggantikan Rosneft pun sempat mencuat ke permukaan, menimbulkan tanda tanya besar.
Di sisi lain, dari internal Pertamina sendiri ada konfirmasi. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebelumnya menegaskan bahwa kerja sama dengan Rosneft dalam skema patungan itu masih tetap berjalan. Jadi, meski ada badai sanksi dan isu, kolaborasi itu belum putus.
Sekarang, semua mata tertuju pada pertengahan bulan ini. Apakah pembahasan alot itu akhirnya berujung pada FID yang ditunggu-tunggu? Atau justru ada kejutan lain? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak