Dampaknya langsung terlihat. Dengan tambahan modal sebesar itu, struktur permodalan DSS berubah drastis. Modal dasarnya melonjak dari yang sebelumnya hanya Rp55 miliar menjadi Rp3,4 triliun. Sementara itu, modal yang sudah ditempatkan dan disetor pun membengkak menjadi Rp862,5 miliar.
Ini bukan kali pertama WIFI memberi dukungan finansial ke DSS. Sebelumnya, tepatnya pada November 2024, mereka sudah pernah menyetorkan modal sebesar Rp53,44 miliar. Jadi, suntikan yang baru ini bisa dibilang sebagai upaya kedua untuk terus mendorong pertumbuhan grup perusahaan.
Peran DSS dalam ekosistem WIFI ternyata cukup strategis. Entitas ini punya anak perusahaan bernama PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), yang menjadi ujung tombak bagi Surge dalam mengikuti lelang frekuensi 2,4 GHz. Menariknya, TKP sendiri diakuisisi dari PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) pada pertengahan tahun lalu, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,65 miliar.
Langkah-langkah ini menunjukkan betapa seriusnya WIFI dalam membangun infrastruktur dan memperluas jangkauan bisnisnya di tanah air.
Artikel Terkait
UKM Bisa Kuasai Tambang, Ini Syarat Jalur Prioritasnya
Agrinas Palma Cetak Laba Rp 1,6 Triliun di Tahun Pertama
Bank Mandiri Pacu Ekonomi Desa Lewat Kucuran Rp74,9 Triliun untuk UMKM
Pertamina Geothermal Rebut Proyek Panas Bumi 77 MW di Sumatera Barat