Harga Minyak Melonjak, CPO dan Timah Justru Tergelincir

- Jumat, 05 Desember 2025 | 09:00 WIB
Harga Minyak Melonjak, CPO dan Timah Justru Tergelincir

Pasar minyak kembali bergerak naik di akhir sesi Kamis kemarin. Sentimen investor yang optimis, didorong spekulasi bahwa The Fed bakal memangkas suku bunga, jadi pendorong utamanya. Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari meja perundingan Ukraina. Proses damai yang mandek itu meredam harapan bakal ada kesepakatan yang bisa membuka kembali keran ekspor minyak Rusia ke pasar global.

Minyak mentah Brent menguat 59 sen, atau sekitar 0,94 persen, ke level USD 63,26 per barel. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), naik lebih signifikan 72 sen (1,22%) menjadi USD 59,67.

Lain cerita dengan batu bara. Komoditas yang satu ini tampak diam di tempat, tak beranjak dari posisi USD 108,50 per ton.

Ada tekanan yang cukup terasa di pasar minyak kelapa sawit atau CPO. Harganya merosot 1,2 persen, hingga akhirnya bertengger di MYR 4.106 per ton. Penurunan ini menghentikan tren positif yang sempat terjadi sebelumnya.

Untuk nikel, pergerakannya boleh dibilang sangat datar. Hanya naik tipis 0,07 persen saja, sehingga harga akhirnya tercatat di angka USD 14.885 per ton. Pasar seperti sedang menunggu sinyal jelas sebelum bergerak lebih agresif.

Sementara itu, timah justru mengalami pelemahan. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga logam ini anjlok 0,98 persen pada penutupan perdagangan Selasa lalu. Akhirnya, timah ditutup di level USD 40.378 per ton. Pelemahan ini menarik, mengingat performanya yang cukup solid dalam beberapa pekan terakhir.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar