Kepala Staf AD Israel Peringatkan Prajurit soal Penjarahan di Lebanon Selatan

- Selasa, 28 April 2026 | 09:50 WIB
Kepala Staf AD Israel Peringatkan Prajurit soal Penjarahan di Lebanon Selatan

Peringatan keras baru saja dilontarkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir. Isinya? Soal ulah pasukan sendiri di Lebanon. Ya, dia memperingatkan para prajurit IDF untuk tidak main-main dengan penjarahan.

"Fenomena penjarahan, jika memang ada, sangat memalukan dan berisiko mencoreng nama IDF secara keseluruhan," ujar Zamir dalam pernyataan resmi, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026). "Jika insiden seperti itu terjadi, kami akan menyelidikinya," sambungnya.

Nah, pernyataan ini muncul bukan tanpa sebab. Sebelumnya, surat kabar Israel yang berhaluan kiri, Haaretz, membuat laporan yang cukup mengagetkan. Mereka mengutip kesaksian langsung dari pasukan dan komandan di lapangan. Isinya? Tentara Israel di Lebanon selatan diduga menjarah properti milik warga sipil. Bukan jumlah kecil, tapi disebut-sebut cukup banyak.

Di sisi lain, media sosial juga ramai. Beredar rekaman yang memperlihatkan tentara Israel saling merekam sambil bercanda. Latarnya? Di dalam rumah warga, wilayah yang tampaknya ada di Lebanon selatan. Mereka terlihat merusak properti. Ada juga gambar lain yang menunjukkan seorang tentara menggunakan palu godam untuk menghancurkan patung. Suasana di dalam video itu terkesan santai, bahkan seperti tidak ada beban.

Menariknya, militer Israel pekan lalu sudah bereaksi untuk satu kasus. Dua tentara dijatuhi hukuman penahanan militer selama 30 hari. Mereka juga dikeluarkan dari tugas tempur. Semua itu buntut dari insiden perusakan patung Yesus yang sempat viral.

Zamir kemudian menegaskan lagi. Nadanya tegas, tidak main-main. "Wajib militer dan cadangan IDF tidak boleh menggunakan jejaring sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan kontroversial dan untuk promosi diri. Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar," katanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar