Rabu (3/12) lalu, suasana di unit pemurnian LPG Kilang Pertamina Balikpapan terlihat sibuk. Beberapa pekerja tampak fokus memeriksa peralatan. Di titik lain, ada yang sedang mengambil sampel dengan cermat. Aktivitas ini adalah pemandangan rutin, tapi punya arti penting sendiri.
Unit pemurnian ini bukan bagian lama. Ia merupakan hasil dari proyek besar Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan. Intinya, ini adalah fasilitas baru yang dibangun untuk meningkatkan kapasitas.
Lalu, apa dampaknya? Kapasitas produksinya cukup signifikan. Menurut data, RDMP Balikpapan bisa menghasilkan hingga 43 ribu ton LPG setiap tahunnya. Angka ini bukan sekadar statistik. Ia punya peran konkret: memperkuat ketahanan energi kita di tingkat nasional. Jadi, kerja para pekerja di Balikpapan itu berkontribusi langsung pada pasokan energi yang lebih stabil untuk banyak orang.
Di sisi lain, kehadiran unit baru ini juga menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian. Kalimantan Timur, dengan kilangnya yang strategis, terus menjadi salah satu pilar penting dalam peta energi Indonesia.
Artikel Terkait
Laba Bersih BSDE Anjlok 42% pada 2025, Meski Penjualan Tumbuh
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
PT Liqun Investment Indonesia Resmi Akuisisi Saham Mayoritas KOKA