begitu bunyi pernyataan tertulis yang dirilis BEI. Mereka berharap, jeda perdagangan ini bisa memberi ruang bagi investor. Tujuannya jelas: agar para pelaku pasar punya waktu untuk berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan investasi. Situasinya memang sedang panas-panasnya.
Lihat saja performa sehari sebelumnya. Pada Selasa (2/12), IBFN sudah melesat 9,57 persen ke level Rp126, bahkan sampai menyentuh auto reject atas. Saham LUCY juga tak kalah kuat, menguat 9,28 persen ke Rp212. Tapi yang paling dramatis mungkin VKTR, yang melompat fantastis sebesar 17,12 persen ke harga Rp650.
Di sisi lain, COAL dan YELO juga ikut meramaikan pesta kenaikan. COAL naik 7,14 persen ke Rp120, sementara YELO menguat 4,07 persen ke Rp128. Dengan kondisi seperti itu, wajar saja kalau BEI turun tangan. Mereka ingin mencegah gejolak yang berlebihan dan memberi kesempatan bagi semua pihak untuk menimbang situasi dengan kepala dingin.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Menguat 0,59%, Mayoritas Sektor Catatkan Kenaikan
IEA Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Terbesar, Bursa Asia Merespons Positif
Harga Emas Antam Naik Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp3,08 Juta
Wall Street Berakhir Bervariasi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen