Waskita Karya Lepas Saham Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

- Selasa, 02 Desember 2025 | 15:00 WIB
Waskita Karya Lepas Saham Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

PT Waskita Karya Tbk akhirnya merampungkan proses divestasi saham di PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Semua rangkaian aksi korporasi itu dituntaskan lewat anak usahanya, PT Waskita Toll Road (WTR).

Muhammad Hanugroho, Direktur Utama Waskita Karya, mengungkapkan nilai transaksinya mencapai Rp 3,28 triliun. Rinciannya, WTR melepas 35 persen saham CCT yang dimilikinya kepada PT Bakrie Toll Indonesia. Penandatanganan perjanjian jual beli saham sudah dilakukan Jumat lalu, 28 November.

“Kami bersyukur rangkaian aksi korporasi, termasuk proses pelepasan saham atau divestasi CCT berjalan lancar dan sudah selesai. Langkah ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap kreditur dan memenuhi Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah efektif sejak Oktober tahun 2024,”

Demikian penjelasan Hanugroho pada Selasa, 2 Desember.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar jual aset. Divestasi jalan tol merupakan bagian penting dari strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis yang sedang dijalankan Waskita. Tujuannya jelas: menyehatkan keuangan dan memenuhi kebutuhan pendanaan yang sifatnya strategis.

“Waskita Karya akan terus menjaga stabilitas keuangan serta melakukan divestasi jalan tol. Perseroan juga fokus mengembalikan core business (bisnis inti) sebagai perusahaan konstruksi yang membangun gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan,”

tambah Nugroho.

Dana yang masuk dari transaksi ini rencananya akan dipakai untuk berbagai keperluan. Mulai dari menyelesaikan kewajiban ke kreditur, menambah likuiditas, hingga memperkuat arus kas operasional. Dengan cara itu, perusahaan berharap bisa menata ulang portofolio dan menjaga nilai asetnya.

Sebelum divestasi, kepemilikan saham di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung terbagi begini: PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) memegang 55 persen, PT Bakrie Toll Indonesia 10 persen, dan WTR selaku anak usaha Waskita menguasai 35 persen.

Nugroho menegaskan, ini bukan yang terakhir. “Ke depannya, perseroan akan terus melakukan divestasi jalan tol lainnya, sebagai salah satu strategi penguatan keuangan perusahaan. Pada 2024, Waskita Karya pun telah melakukan divestasi saham PT Trans Jabar Tol (TJT) sebesar 25 persen kepada PT SMI,” katanya.

Catatannya, dalam sepuluh tahun belakangan, grup WTR sudah menanamkan modal di 18 ruas jalan tol, mencakup Trans Jawa dan Trans Sumatera. Menariknya, sejak 2019, sembilan di antaranya sudah berhasil didivestasi.

Kontribusi Waskita secara keseluruhan cukup signifikan. Dari sekitar 3.000 kilometer jalan tol yang beroperasi di Indonesia, lebih dari 1.000 kilometer di antaranya dibangun oleh perseroan ini.

Mengenal Jalan Tol Cimanggis-Cibitung

Berdasarkan data BPJT, panjang ruas tol ini 26,18 kilometer. Ruasnya terbagi dalam beberapa seksi: Seksi 1 Junction Cimanggis–Jatikarya (3,17 km), Seksi 2A Jatikarya–Cikeas (3,36 km), dan Seksi 2B Cikeas – Cibitung (19,65 km). Seksi terakhir inilah yang baru diresmikan dan melengkapi ruas tersebut.

Dari segi konektivitas, posisinya strategis. Jalan tol ini terhubung langsung dengan Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan juga ke Jagorawi. Selain itu, ia merupakan bagian dari jaringan JORR 2, yang mencakup ruas-ruas seperti Cengkareng – Kunciran hingga Cibitung – Cilincing.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar