Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/1/2026) lalu, terungkap sebuah fakta menarik. Ariyanto Bakri, terdakwa yang sebelumnya bebas dari kasus suap minyak goreng, ternyata membeli sebuah mobil Jeep Rubicon. Yang jadi soal, mobil mewah itu terdaftar atas nama Maya Kurniawati, mantan asisten pribadinya.
Namun begitu, saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan pencucian uang (TPPU) terkait kasus migor itu, Maya mengaku bingung. Ia mengaku tak paham alasan di balik pembelian mobil tersebut menggunakan namanya.
"Saksi ada tidak membeli mobil Fortuner yang dibelikan Ariyanto digunakan atas nama saksi?" tanya jaksa membuka pemeriksaan.
"Fortuner tidak ada," jawab Maya singkat.
"Jadi yang ada apa? Mobil apa yang ada atas nama saksi?" desak jaksa.
"Rubicon," ucap Maya.
Jelas saja, jawaban itu langsung disorot. Jaksa pun mendalami, kapan mobil itu dibeli. Ternyata, pembelian dilakukan saat Maya masih bekerja untuk Ariyanto. Lalu, apa motifnya?
"Kenapa alasannya mobil itu diberikan atas nama saksi?" tanya jaksa lagi.
"Tidak tahu," sahut Maya, tetap pada jawaban yang sama.
"Itu inisiatif dari terdakwa Ariyanto?"
"Tidak tahu."
Selain soal mobil Rubicon, kesaksian Maya juga menyentuh aktivitas lain. Ia mengaku pernah menukarkan sejumlah valuta asing ke money changer. Perintahnya datang dari Ariyanto Bakri dan Marcella Santoso, yang juga terdakwa dalam sidang ini.
Tapi, lagi-lagi, Maya mengaku tak punya catatan. Ia tak tahu berapa total uang yang pernah ia tukarkan.
"Saksi tahu total jumlah yang saksi tukarkan?" tanya jaksa mencoba memastikan.
"Tidak tahu," jawabnya polos.
Lalu uang hasil penukaran itu dipakai buat apa? Menurut Maya, dana-dana itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi Marcella. Mulai dari biaya salon, potong rambut, makeup, sampai bayar tagihan listrik. Bukan untuk keperluan perusahaan.
"Kas dalam hal ini AALF?" tanya jaksa, merujuk pada suatu entitas.
"Bukan, keperluan pribadi Ibu Marcella," tegas Maya.
"Terus saksi transfer ke rekening Bu Marcella?"
"Tidak, saya gunakan untuk membayar yang diinstruksikan Ibu Marcella," jelasnya.
"Jadi untuk apa?"
"Untuk bayar invoice-invoice kayak invoice potong rambut, makeup," tutur Maya merinci.
Sidang yang mengungkap alur dana dan kepemilikan aset ini masih berlanjut. Kesaksian Maya menyisakan banyak tanda tanya, terutama soal transaksi-transaksi yang ia akui sendiri tak sepenuhnya ia pahami.
Artikel Terkait
Ade Govinda dan Gloria Jessica Kolaborasi dalam Album Blue Bertema Patah Hati
Kemenkes Siapkan Aturan Ketat Vape, Disamakan dengan Rokok Tembakau
Seminar di Solo Dorong Bank Daerah Perkuat Peran sebagai Motor Pembiayaan Pembangunan
Mobil Pemain Sandiwara Terseret Banjir di Indramayu, Warga Bantu Evakuasi