Tapi, lagi-lagi, Maya mengaku tak punya catatan. Ia tak tahu berapa total uang yang pernah ia tukarkan.
"Saksi tahu total jumlah yang saksi tukarkan?" tanya jaksa mencoba memastikan.
"Tidak tahu," jawabnya polos.
Lalu uang hasil penukaran itu dipakai buat apa? Menurut Maya, dana-dana itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi Marcella. Mulai dari biaya salon, potong rambut, makeup, sampai bayar tagihan listrik. Bukan untuk keperluan perusahaan.
"Kas dalam hal ini AALF?" tanya jaksa, merujuk pada suatu entitas.
"Bukan, keperluan pribadi Ibu Marcella," tegas Maya.
"Terus saksi transfer ke rekening Bu Marcella?"
"Tidak, saya gunakan untuk membayar yang diinstruksikan Ibu Marcella," jelasnya.
"Jadi untuk apa?"
"Untuk bayar invoice-invoice kayak invoice potong rambut, makeup," tutur Maya merinci.
Sidang yang mengungkap alur dana dan kepemilikan aset ini masih berlanjut. Kesaksian Maya menyisakan banyak tanda tanya, terutama soal transaksi-transaksi yang ia akui sendiri tak sepenuhnya ia pahami.
Artikel Terkait
Greenland Tegaskan Setia ke Denmark, Tolak Isu Aneksasi AS
Satgas PKH Kuasai Jutaan Hektar Lahan, Denda Pelaku Sawit-Tambang Tembus Rp 5,2 Triliun
Antam Bantah Ledakan di Tambang Pongkor, Asap Tebal Ternyata dari Kayu Terbakar
Perpusnas Terpangkas Drastis, Anggaran Rp 377 Miliar Dinilai Tak Mampu Rawat Naskah Kuno