Kalau kita bicara soal saham PADI, ada hal menarik yang mungkin luput dari perhatian banyak orang. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, emiten yang berkecimpung di sektor keuangan ini, ternyata mayoritas sahamnya justru dikuasai oleh masyarakat luas. Fakta ini cukup mengejutkan mengingat perusahaan efek biasanya punya pemegang saham pengendali yang jelas.
Perjalanan Minna Padi sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 1998 silam. Awalnya, perusahaan ini beroperasi dengan nama PT Batavia Artatama Securindo sebelum akhirnya berganti nama pada 2004 menjadi seperti yang kita kenal sekarang.
Sebagai perusahaan efek, PADI menyediakan layanan perdagangan efek bagi para investor. Nasabah bisa melakukan transaksi secara konvensional melalui fasilitas online trading, atau memilih untuk menggunakan jasa wakil perantara perdagangan efek.
Tak cuma itu, perseroan juga memberikan fasilitas pembiayaan efek untuk nasabah yang memenuhi syarat. Di sisi lain, PADI punya divisi Penjamin Emisi Efek dan Corporate Finance yang menangani berbagai jasa keuangan lainnya.
Mulai dari konsultasi keuangan, restrukturisasi perusahaan, merger dan akuisisi, hingga penawaran umum saham dan obligasi. Untuk memperkuat bisnisnya, PADI memiliki dua anak usaha: PT Minna Padi Aset Manajemen dan PT MP Capital.
Pencatatan saham perdana PADI di bursa terjadi pada 2012. Kala itu, perusahaan melepas 300 juta saham dengan harga penawaran Rp395 per saham. Hasilnya? Dana segar sebesar Rp118,50 miliar berhasil dikantongi.
Nah, yang paling menarik adalah soal kepemilikan sahamnya. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 1 Desember 2025, sampai tanggal 31 Oktober 2025 tidak tercatat adanya pengendali saham PADI.
Ini komposisi pemegang saham PADI per akhir Oktober:
Masyarakat menguasai 10,43 miliar saham atau setara 92,30 persen.
PT Sentosa Bersama Mutra memegang 650 juta saham (5,75 persen).
Eveline Listijosuputro memiliki 125 juta saham (1,11 persen).
Djoko Joelijanto memegang 11 juta saham (0,097 persen).
Dengan struktur kepemilikan seperti ini, wajar saja kalau PADI tidak punya pemegang saham pengendali. Melansir Laporan Tahunan 2024, mayoritas pemegang saham PADI memang didominasi investor individu lokal.
Per akhir 2024, tercatat 5.654 investor individu lokal menguasai 9,24 miliar saham. Sementara investor institusi lokal memegang 2,04 miliar saham dengan jumlah investor sebanyak 73.
Performa saham PADI sendiri cukup menggembirakan. Pada perdagangan Senin, 1 Desember 2025, saham PADI diperdagangkan di kisaran Rp164 per saham naik signifikan 34,43 persen dari harga pembukaan. Bahkan dalam sebulan terakhir, harga sahamnya melesat 107,59 persen.
Jadi, siapa pemilik saham PADI? Jawabannya ternyata ada di tangan masyarakat luas.
Artikel Terkait
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%