Cole Smead, CEO Smead Capital Management, berkomentar mengenai situasi ini.
"Sesi pasca-liburan ini volumenya ringan, seperti biasanya, dan tidak banyak aktivitas. Tapi saya rasa semua orang menyadari selama beberapa minggu terakhir bahwa hasil dari AI masih sangat belum diketahui,” ujarnya.
Perdagangan hari itu sempat tidak mulus. Di pagi hari, CME Group menghentikan sementara perdagangan berjangka. Gangguan ini, yang disebabkan masalah pendinginan di pusat data CyrusOne, ikut menghentikan kontrak mata uang, komoditas, dan ekuitas secara global. Padahal, kontrak berjangka CME sering jadi acuan investor sebelum pasar saham benar-benar dibuka. Meski ada gangguan, saham CME Group (CME.O) sendiri justru ditutup sedikit lebih tinggi.
Joe Saluzzi, mitra dan salah satu pendiri Themis Trading, melihat kita cukup beruntung hari ini.
"Volume perdagangan hari ini memang rendah, tetapi dampaknya bisa jauh lebih besar," katanya.
Artikel Terkait
Astra Siapkan Rp2 Triliun untuk Buyback, Saham ASII Diincar Lagi
Dana Negara Siap Selamatkan Industri Tekstil, BUMN Baru Dipertimbangkan
Menteri Purbaya Turun Langsung ke Kantor Danantara Usai Keluhan Pedas soal Coretax
Chandra Asri Pacu Peringkat ESG, Raih Nilai A- untuk Ketahanan Air