Program magang nasional untuk para fresh graduate akhirnya resmi dimulai. Batch kedua ini dibuka pada Rabu (26/11), menyasar lulusan baru jenjang S1 dan D3.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, antusiasme terlihat cukup tinggi. Lebih dari 62 ribu peserta dinyatakan lolos dan akan mengikuti program ini.
Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker, memberikan rincian lebih lanjut.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Kick Off Pemagangan Nasional Batch II di kantornya.
Di sisi lain, tidak hanya peserta yang jumlahnya membengkak. Perusahaan dan instansi yang terdaftar sebagai penyelenggara juga cukup banyak, mencapai 4.669 perusahaan. Bahkan, program ini didukung penuh oleh kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, hingga lembaga sekretariat negara. Totalnya, ada 47 instansi dengan lebih dari 2.500 satuan kerja yang siap menjadi tempat para peserta magang belajar.
Proses seleksinya sendiri sudah berlangsung dari tanggal 12 hingga 20 November, yang dilaksanakan langsung oleh masing-masing instansi atau perusahaan.
Meski angka 62 ribu terkesan besar, ternyata kuota yang disediakan pemerintah masih belum penuh. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, yang hadir dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa target akhir program ini adalah 100 ribu peserta.
Ia menjelaskan, dengan ditambahkannya hampir 15 ribu peserta dari batch pertama, total saat ini masih sekitar 77 ribu. Artinya, masih ada lowongan untuk sekitar 23 ribu orang lagi yang bisa diisi hingga batch ketiga nanti.
tambah Yassierli.
Soal pelaksanaan, program batch pertama yang sudah berjalan sebulan dinilai cukup mulus. Hampir seluruh peserta di batch itu sudah menerima transfer uang saku sesuai UMP/UMK di bulan pertama.
Artikel Terkait
Petrosea Akuisisi Mayoritas Saham Perusahaan Jasa Pelabuhan Vista Maritim Asia
Samindo Resources Pacu Target Overburden Removal ke 34,5 Juta BCM pada 2026
InJourney Airports Borong 32 Penghargaan Kepuasan Penumpang ACI 2025
Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Euforia Teknologi AI