Wall Street kembali menunjukkan warna hijaunya di awal pekan ini. Pasar saham AS dibuka menguat pada Senin (24/11/2025), di tengah harapan yang kian membesar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan bulan Desember nanti.
Sentimen positif ini seperti angin segar setelah pekan lalu diwarnai tekanan jual yang cukup berat, terutama pada saham-saham teknologi. Ternyata, optimisme pelaku pasar masih cukup kuat.
Di papan pencatat angka, Dow Jones Futures merangkak naik 0,1 persen. Sementara itu, S&P 500 bertambah 11 poin atau setara 0,2 persen. Nasdaq tampil paling perkasa dengan lonjakan 75 poin atau 0,3 persen.
Lalu, apa yang memicu kenaikan ini? Ternyata, ekspektasi pemotongan suku bunga 25 basis poin pada Desember kembali mencuat. Pemicunya adalah pernyataan Presiden Fed New York, John Williams, yang secara terbuka mendukung langkah tersebut.
Posisi Williams ini menarik. Pasalnya, dia justru berseberangan dengan sejumlah koleganya di Fed yang masih bersikap lebih hati-hati.
Dampaknya langsung terasa. Probabilitas pemangkasan suku bunga Desember melonjak drastis menjadi sekitar 69 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding posisi sepekan sebelumnya yang hanya 44 persen, menurut pantauan CME FedWatch Tool.
Prospek suku bunga yang lebih rendah ini benar-benar menjadi katalis positif bagi pasar. Apalagi belakangan, pasar sempat terbebani oleh valuasi saham teknologi yang dinilai sudah terlalu mahal, memicu aksi ambil untung dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, para pelaku pasar juga sedang menanti-nanti. Mereka menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting yang sempat tertunda karena shutdown pemerintah AS.
Selasa besok akan menjadi hari yang sibuk dengan dirilisnya data inflasi produsen, penjualan ritel, dan produksi industri untuk September. Tak ketinggalan, data PDB kuartal III akan menyusul pada Rabu (26/11/2025). Data-data inilah yang nantinya akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Artikel Terkait
UNTR Setujui Dividen Final Rp1.096 per Saham, Laba 2025 Turun
28 Saham Mid-Big Cap Catat PBV di Bawah 1, Sinyal Value Investing?
Direktur MSIN Buka Suara Soal Volatilitas Saham dan Rencana Secondary Listing
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Potensi dan Risiko Waran Terstruktur