Di kawasan perbukitan Padalarang yang sejuk, PT Astra International Tbk (ASII) bersama Kampung Berseri Astra (KBA) Cidadap baru saja menggelar Workshop Lingkungan Astra 2025. Acara yang sudah memasuki tahun ke-16 ini punya tujuan utama: memperluas sinergi pelestarian lingkungan yang berbasis komunitas. Kali ini, mereka mengajak jurnalis, content creator, dan warga setempat untuk terlibat langsung dalam serangkaian aksi edukasi lingkungan.
Tak cuma teori, peserta diajak terjun ke lapangan. Mereka praktik membuat pupuk organik Bokashi dan menanam benih sayuran. Semua aktivitas ini dikelola langsung oleh masyarakat KBA Cidadap sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan yang mereka jalani. Menurut sejumlah saksi, suasana workshop terasa hidup dan penuh semangat kolaborasi.
Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra, menekankan bahwa penguatan kapasitas masyarakat adalah inti dari kegiatan tahun ini.
"Workshop Lingkungan Astra 2025 kami selenggarakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam merawat lingkungan sekaligus memperluas dampak positif ke lebih banyak komunitas. Inisiatif ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa," ujar Boy Kelana Soebroto, Sabtu (22/11/2025).
KBA Cidadap sendiri punya cerita panjang. Dikembangkan sejak 2017, desa ini kini didukung oleh lebih dari 60 kader lingkungan yang aktif mengelola sampah, edukasi ketahanan pangan, hingga pemanfaatan komposter cair dan eco-enzyme. Kerja keras mereka tidak sia-sia. Desa ini berhasil meraih Trophy Utama Program Kampung Iklim (ProKlim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan itu datang berkat konsistensi mereka menjalankan lebih dari lima kegiatan lingkungan setiap tahunnya.
Kalau kita jelajahi, KBA Cidadap punya beberapa zona pengembangan yang cukup menarik. Ada Taman Edukasi Terpadu yang mencakup PAUD–TK berbasis alam, bank sampah produktif, ruang serbaguna, dan fasilitas ketahanan pangan. Tak ketinggalan, Pranaraksa Center dan Taman Buah Langka Nusantara jadi pusat pelatihan konservasi tanaman lokal. Sementara itu, Pranaraksa & Geotheater Hawu Pabeasan berfungsi sebagai ruang belajar terbuka untuk edukasi biodiversitas dan geodiversitas.
Di sisi lain, desa ini juga dikenal sebagai titik awal geowisata menuju Stone Garden dan Guha Pawon. Kawasan Tebing Hawu di sini bahkan jadi lokasi latihan rutin bagi lebih dari 53 anggota komunitas pemanjat tebing di Jawa Barat. Mereka sering memanfaatkan tebing itu untuk panjat tebing, rappelling, dan hammocking.
Deden Syarif Hidayat, Tokoh Penggerak KBA Cidadap, menyebut kolaborasi dengan Astra telah membuka ruang besar bagi penguatan potensi lokal.
"Melalui kegiatan hari ini, kami berharap semakin banyak pihak memahami bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat," katanya.
Manajemen ASII menegaskan bahwa dukungan mereka terhadap KBA Cidadap selaras dengan komitmen perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Kontribusi ini merupakan bagian dari empat pilar sosial Astra kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Jaringannya pun luas, mencakup lebih dari 1.500 Desa Sejahtera Astra dan Kampung Berseri Astra yang tersebar di 35 provinsi.
Jadi, workshop ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Ia adalah benih yang ditanam hari ini, untuk ditumbuhkan bersama esok hari.
Artikel Terkait
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar
BEI Cabut Suspensi Saham UDNG, Perdagangan Kembali dengan Pengawasan Khusus
PJAA Bagikan Dividen Rp41,67 Miliar, Pencairan Mei 2026