Astra Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Workshop Kolaboratif di Padalarang

- Sabtu, 22 November 2025 | 20:50 WIB
Astra Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Workshop Kolaboratif di Padalarang

Di kawasan perbukitan Padalarang yang sejuk, PT Astra International Tbk (ASII) bersama Kampung Berseri Astra (KBA) Cidadap baru saja menggelar Workshop Lingkungan Astra 2025. Acara yang sudah memasuki tahun ke-16 ini punya tujuan utama: memperluas sinergi pelestarian lingkungan yang berbasis komunitas. Kali ini, mereka mengajak jurnalis, content creator, dan warga setempat untuk terlibat langsung dalam serangkaian aksi edukasi lingkungan.

Tak cuma teori, peserta diajak terjun ke lapangan. Mereka praktik membuat pupuk organik Bokashi dan menanam benih sayuran. Semua aktivitas ini dikelola langsung oleh masyarakat KBA Cidadap sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan yang mereka jalani. Menurut sejumlah saksi, suasana workshop terasa hidup dan penuh semangat kolaborasi.

Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra, menekankan bahwa penguatan kapasitas masyarakat adalah inti dari kegiatan tahun ini.

"Workshop Lingkungan Astra 2025 kami selenggarakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam merawat lingkungan sekaligus memperluas dampak positif ke lebih banyak komunitas. Inisiatif ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa," ujar Boy Kelana Soebroto, Sabtu (22/11/2025).

KBA Cidadap sendiri punya cerita panjang. Dikembangkan sejak 2017, desa ini kini didukung oleh lebih dari 60 kader lingkungan yang aktif mengelola sampah, edukasi ketahanan pangan, hingga pemanfaatan komposter cair dan eco-enzyme. Kerja keras mereka tidak sia-sia. Desa ini berhasil meraih Trophy Utama Program Kampung Iklim (ProKlim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan itu datang berkat konsistensi mereka menjalankan lebih dari lima kegiatan lingkungan setiap tahunnya.

Kalau kita jelajahi, KBA Cidadap punya beberapa zona pengembangan yang cukup menarik. Ada Taman Edukasi Terpadu yang mencakup PAUD–TK berbasis alam, bank sampah produktif, ruang serbaguna, dan fasilitas ketahanan pangan. Tak ketinggalan, Pranaraksa Center dan Taman Buah Langka Nusantara jadi pusat pelatihan konservasi tanaman lokal. Sementara itu, Pranaraksa & Geotheater Hawu Pabeasan berfungsi sebagai ruang belajar terbuka untuk edukasi biodiversitas dan geodiversitas.


Halaman:

Komentar