Minyak Jelantah Program Gizi Nasional Disambar Singapore Airlines, Harganya Melonjak Dua Kali Lipat

- Kamis, 20 November 2025 | 13:00 WIB
Minyak Jelantah Program Gizi Nasional Disambar Singapore Airlines, Harganya Melonjak Dua Kali Lipat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata punya nilai tambah yang cukup mengejutkan. Dadan Hindayana, sang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa minyak jelantah dari program ini punya prospek cerah untuk diekspor. Bahkan, harganya di pasar luar negeri seperti Singapura bisa melonjak hingga dua kali lipat.

Menurut Dadan, setiap dapur atau yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bisa menghabiskan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulannya. Dari jumlah itu, sekitar 70 persennya berubah menjadi minyak jelantah. Nah, minyak bekas pakai ini tidak serta merta dibuang begitu saja.

"Minyak jelantahnya tidak dibuang, lho. Ditampung oleh para pengusaha, lalu diekspor dengan harga yang lebih tinggi," ujar Dadan dalam Konferensi Utama SDGs Bappenas, Kamis (20/11). Salah satu pembelinya ternyata cukup bergengsi: Singapore Airlines (SQ).

Lantas, kenapa maskapai sekelas SQ tertarik? Rupanya, ini bagian dari komitmen mereka terhadap energi berkelanjutan. "SQ ingin mendeklarasikan diri sebagai maskapai yang berwawasan lingkungan. Mereka berencana agar satu persen avtur yang digunakan berbahan baku bio, dan salah satu bahannya ya minyak jelantah ini," papar Dadan lebih lanjut.

Dengan jumlah SPPG yang mencapai 30 ribu unit, potensi pasokan minyak jelantah ini benar-benar besar. Coba bayangkan. Jika setiap SPPG menghasilkan sekitar 550 liter minyak jelantah per bulan, maka totalnya bisa mencapai jutaan liter. Angka yang fantastis untuk dijadikan bahan baku bioavtur.

"Coba hitung saja, 30 ribu SPPG dikali 550 liter. Berapa juta liter yang bisa kita dapatkan setiap bulannya?" ucapnya. Potensi yang tadinya terbuang, kini justru bisa menyokong langkah menuju energi yang lebih hijau.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar