Pertamina Siap Setor Dividen Rp 42,1 Triliun ke Negara, Realisasi Capai Rp 23 Triliun

- Rabu, 19 November 2025 | 13:18 WIB
Pertamina Siap Setor Dividen Rp 42,1 Triliun ke Negara, Realisasi Capai Rp 23 Triliun
Laporan Kinerja Pertamina

Pertamina Targetkan Dividen Rp 42,1 Triliun untuk Negara di Tahun 2025

Kontribusi ke Negara Konsisten Tertinggi di Kalangan BUMN

PT Pertamina (Persero) memproyeksikan penyetoran dividen sebesar Rp 42,1 triliun kepada negara dari kinerja keuangan tahun buku 2024. Realisasi hingga September 2025 telah mencapai Rp 23 triliun, menunjukkan progres yang signifikan dibandingkan setoran dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp 9,4 triliun.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa kontribusi perusahaan kepada negara tetap menjadi yang terbesar dibandingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Nilai kontribusi konsisten berada di atas Rp 300 triliun setiap tahun, mengikuti dinamika fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Rincian kontribusi untuk tahun 2025 didominasi oleh penerimaan pajak sebesar Rp 159,2 triliun per September 2025, diikuti oleh Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 79,7 triliun. Sementara pada tahun 2024, realisasi kedua komponen tersebut masing-masing mencapai Rp 275,7 triliun dan Rp 116,7 triliun.

"Kontribusi Pertamina kepada negara ini menjadi yang paling besar di seluruh BUMN. Harapannya akan memberikan dividen yang terbesar juga kepada negara yaitu Rp 42,1 triliun, dan Rp 23 triliun rupiah sudah direalisasikan hingga September 2025 ini," ungkap Oki dalam Rapat Komisi VI DPR, Rabu (19/11).

Di tengah tantangan fluktuasi nilai tukar dan penurunan indikator makro seperti Indonesia Crude Price (ICP) serta MOPS solar, Pertamina berhasil mempertahankan peringkat kredit investment grade. Pencapaian ini mencerminkan ketahanan operasional dan keuangan perusahaan dalam kondisi pasar yang dinamis.

Secara kinerja keuangan, Pertamina diproyeksikan membukukan pendapatan sebesar USD 68 miliar atau setara Rp 1.127 triliun pada tahun ini. Perusahaan juga memperkirakan laba bersih (net profit after tax/NPAT) sebesar USD 3,3 miliar atau sekitar Rp 54 triliun.

Hingga September 2025, total kontribusi Pertamina kepada negara telah mencapai Rp 262 triliun. Pencapaian ini memperkuat posisi Pertamina sebagai agen pembangunan nasional melalui kontribusi penerimaan pajak, non-pajak, dan dividen terbesar di antara seluruh BUMN Indonesia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar