Intan Baruprana (IBFN) Proyeksikan Bisnis Sewa Alat Berat Listrik Sebagai Masa Depan
PT Intan Baruprana Tbk (IBFN), emiten yang fokus pada perdagangan dan penyewaan alat pengangkutan komersial, mengidentifikasi bisnis penyewaan alat berat listrik atau electric vehicle (EV) sebagai sektor yang memiliki prospek pertumbuhan sangat cerah. Tren positif ini bahkan telah terlihat dalam perjalanan bisnis setahun terakhir.
Nilai Ekonomis dan Keunggulan Alat Berat Listrik
Menurut Petrus Halim, Direktur Utama IBFN, alat berat berbasis listrik menawarkan nilai ekonomis yang menarik dengan harga yang lebih kompetitif, terutama untuk produk yang berasal dari China. Ia menyoroti bahwa China saat ini memiliki ekosistem kendaraan listrik yang paling lengkap di dunia.
"Kami menangkap peluang ini karena mitra pabrik kami berasal dari China. Tren konversi ke alat berat EV yang bernilai ekonomis ini akan semakin intens di tahun-tahun mendatang," jelas Petrus dalam Paparan Publik di Jakarta.
Efisiensi Biaya Operasional yang Signifikan
Salah satu keunggulan utama yang diangkat adalah kemampuan alat berat listrik dalam mengurangi biaya konsumsi bahan bakar secara drastis. Dalam operasional di area tambang, penghematan ini bisa mencapai 40% dari total biaya produksi.
"Alat berat EV dapat mengurangi biaya bahan bakar secara signifikan, yang menyumbang sekitar 40% dari biaya produksi di lokasi tambang," tegas Petrus.
Dukungan Lingkungan dan Rencana Ke Depan
Perusahaan menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah dan perkembangan ekonomi global saat ini membuka peluang yang luas bagi pengembangan bisnis penyewaan alat berat. Alat berat berbasis listrik diproyeksikan menjadi peluang bisnis utama IBFN pada tahun 2026.
Meski demikian, besaran anggaran khusus untuk pembelian alat berat listrik di tahun depan belum dapat diumumkan secara detail karena Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perseroan masih dalam proses finalisasi.
Kinerja Perusahaan dan Strategi Kemitraan
Hingga September 2025, IBFN mencatatkan pendapatan yang fantastis sebesar Rp143,79 miliar. Angka ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan sebesar 807 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yang sebesar Rp15,85 miliar.
Pertumbuhan kinerja ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas armada, memperkuat efisiensi operasional, dan selektivitas dalam menangani proyek-proyek sewa alat berat. IBFN juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Mitra Stania Prima, dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Artikel Terkait
Bank Mandiri Catat Laba Rp18,6 Triliun di Triwulan IV-2025, Melampaui Proyeksi Pasar
Ramadan Bukan Alasan Boros, Ini 5 Tips Kelola Keuangan
TRON Diversifikasi ke Infrastruktur Kendaraan Listrik Usai RUPSLB
Saham Hillcon Anjlok 14,71%, Tertekan Sejak IPO