Ekonomi Thailand Melambat 0,6% di Kuartal III 2025, Terburuk Sejak Pandemi

- Selasa, 18 November 2025 | 04:36 WIB
Ekonomi Thailand Melambat 0,6% di Kuartal III 2025, Terburuk Sejak Pandemi

Ekonomi Thailand Alami Perlambatan di Kuartal III 2025

Ekonomi Thailand menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan pada kuartal ketiga tahun 2025. Kinerja ekonomi negara ini tertekan oleh dua faktor utama: penurunan produksi industri manufaktur dan berkurangnya kunjungan wisatawan asing.

Data Pertumbuhan Ekonomi Thailand Kuartal III 2025

Badan Perencanaan Ekonomi Thailand (NESDC) melaporkan penurunan Produk Domestik Bruto sebesar 0,6% pada kuartal III 2025 dibanding kuartal sebelumnya. Angka ini jauh lebih buruk dari perkiraan awal yang hanya 0,3%. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Thailand hanya mencapai 1,2%, lebih rendah dari proyeksi 1,6% dan melambat drastis dari pertumbuhan 2,8% di kuartal sebelumnya.

Penyebab Perlambatan Ekonomi Thailand

Beberapa sektor kunci mengalami kontraksi simultan, termasuk ekspor, produksi manufaktur, konstruksi, belanja pemerintah, dan layanan pariwisata. Kondisi ini diperparah oleh beberapa faktor eksternal dan internal:

  • Beban tarif ekspor dari Amerika Serikat
  • Kondisi perdagangan global yang semakin ketat
  • Ketidakstabilan politik domestik
  • Penurunan jumlah wisatawan mancanegara

Kebijakan Penanganan dan Proyeksi Ekonomi Thailand

Pemerintah Thailand merespons dengan meluncurkan paket stimulus konsumsi senilai 1,36 miliar dolar AS. Bank Sentral Thailand juga berkomitmen menangani masalah utang rumah tangga yang membengkak.

NESDC memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 hanya 0,6% secara tahunan. Untuk keseluruhan tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Thailand diperkirakan sekitar 2%, turun dari 2,5% di tahun 2024. Sementara untuk tahun 2026, pertumbuhan diprediksi melambat further menjadi 1,2-2,2%.

Outlook dan Tantangan Ekonomi Thailand Ke Depan

Prospek ekonomi Thailand sangat tergantung pada hasil negosiasi tarif dengan Amerika Serikat yang sedang dalam ketidakpastian. Meski demikian, otoritas setempat optimis sektor pariwisata dan konsumsi domestik dapat menopang pertumbuhan di tengah lemahnya kinerja ekspor.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar