Harga Telur Ayam Ras Tembus Rp 31.646/kg, Dipicu Program Makan Bergizi Gratis

- Senin, 17 November 2025 | 13:36 WIB
Harga Telur Ayam Ras Tembus Rp 31.646/kg, Dipicu Program Makan Bergizi Gratis

Harga Telur Ayam Ras Melampaui HAP, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Faktor Pendorong

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa harga telur ayam ras pada pekan kedua November 2025 telah menembus level Harga Acuan Penjualan (HAP). Kenaikan ini salah satunya dipicu oleh tingginya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Secara nasional, harga komoditas ini mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2025. Rata-rata harga telur ayam ras kini berada di angka Rp 31.646 per kilogram, atau sudah melampaui HAP Konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 30.000 per kilogram.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengonfirmasi bahwa peningkatan permintaan dari program MBG sebagai komponen lauk menjadi pendorong utama kenaikan ini. Meski demikian, situasi ini justru dilihat sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar yang sedang meningkat.

Selain faktor permintaan, masalah distribusi juga disebutkan turut mempengaruhi kenaikan harga. Penting untuk menjaga ketersediaan stok di pasaran agar dapat memenuhi permintaan yang meningkat, terutama di daerah-daerah dengan tantangan distribusi tertentu.

Sebaran Harga Telur Ayam Ras di Indonesia

Data BPS lebih lanjut mengungkapkan bahwa kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk telur ayam ras terjadi di 43,61 persen wilayah Indonesia, mencakup 157 kabupaten dan kota. Terdapat kesenjangan harga yang cukup signifikan, dengan harga tertinggi mencapai Rp 100.000 per kg dan harga terendah di angka Rp 23.320 per kg.

Daerah dengan harga tertinggi didominasi oleh wilayah di Papua, seperti Kabupaten Mamberamo Tengah (Rp 100.000/kg), disusul oleh Kabupaten Puncak Jaya dan Intan Jaya yang keduanya memiliki harga Rp 90.000 per kilogram.

Daerah dengan Kenaikan IPH Tertinggi dan Jumlah SPPG

BPS juga mengidentifikasi sejumlah kabupaten yang mengalami kenaikan IPH signifikan dan memiliki jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang banyak. Beberapa daerah tersebut adalah:

  • Kabupaten Sambas (Kenaikan IPH 8,32% dengan 26 SPPG)
  • Kabupaten Pringsewu (Kenaikan IPH 8,16% dengan 37 SPPG)
  • Kabupaten Sanggau (Kenaikan IPH 8,14% dengan 17 SPPG)
  • Kabupaten Minahasa (Kenaikan IPH 7,92% dengan 13 SPPG)
  • Kabupaten Mempawah (Kenaikan IPH 7,08% dengan 18 SPPG)

Daerah-daerah ini disarankan untuk mendorong penyediaan pasokan telur ayam ras yang lebih besar guna mengimbangi permintaan yang tinggi dari program pemerintah.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar