Proyeksi dan Sentimen Analis Terhadap Harga Emas
Survei terbaru yang melibatkan tujuh belas analis Wall Street menunjukkan sentimen pasar yang beragam. Sebanyak 47 persen analis bersikap bearish terhadap emas dalam jangka pendek. Sementara itu, 35 persen memilih netral untuk pekan depan, dan hanya 18 persen yang memperkirakan harga akan bergerak lebih tinggi.
Di sisi lain, jajak pendapat daring di media sosial justru menunjukkan optimisme yang lebih tinggi. Dari 230 responden, mayoritas atau 65,7 persen memperkirakan harga emas akan naik pekan ini. Sebanyak 16,5 persen memprediksi penurunan, dan 17,8 persen bersikap netral.
Pandangan Para Ahli dan Strategi Pasar
Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank menyatakan sikap bullish terhadap emas pekan ini, dengan catatan selama tidak terjadi aksi jual besar-besaran di pasar saham. Indeks S&P 500 memang menghadapi tekanan jual yang kuat pekan lalu, namun masih berhasil bertahan di atas level support kritis 6.600 poin.
Dalam skenario gejolak pasar yang lebih luas, ditegaskan bahwa hampir semua aset, kecuali Yen Jepang, berpotensi mengalami tekanan jual jangka pendek.
Senior Market Strategist di Forex.com juga bersikap bullish terhadap emas, meskipun belum melihat peluang terjadinya breakout dalam waktu dekat. Sementara itu, analis dari MoorAnalytics.com justru bersikap bearish terhadap emas pekan ini.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung menunjukkan kinerja terbaik pada masa ketidakpastian ekonomi tinggi dan ketika suku bunga berada di level rendah. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan The Fed dan data ekonomi global untuk mengambil posisi yang tepat.
Artikel Terkait
Menteri Purbaya Akui Coretax Rumit, Tapi Aktivasi Tembus 11 Juta Akun
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Baru Awal 2026
Suriah Resmi Ganti Mata Uang, Gambar Tokoh Politik Hilang dari Desain Baru
Danantera Diproyeksikan Jadi Motor Pasar Saham 2026, IHSG Bisa Tembus 9.200