Sukuk Ijarah Rp1,35 Triliun Bali Towerindo (BALI): Seri, Jadwal, dan Alokasi Dana

- Minggu, 16 November 2025 | 19:45 WIB
Sukuk Ijarah Rp1,35 Triliun Bali Towerindo (BALI): Seri, Jadwal, dan Alokasi Dana
Bali Towerindo Tawarkan Sukuk Ijarah Rp1,35 Triliun: Seri, Jadwal, dan Alokasi Dana

Bali Towerindo (BALI) Luncurkan Sukuk Ijarah Senilai Rp1,35 Triliun

PT Bali Towerindo Sentra Tbk, emiten menara telekomunikasi dengan kode saham BALI, kembali meluncurkan instrumen finansial syariah. Perusahaan ini secara resmi menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Tahap III Tahun 2025 dengan total nilai penawaran mencapai Rp1,35 triliun.

Jadwal dan Skema Penawaran Sukuk

Berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, penawaran umum perdana sukuk ini akan berlangsung pada tanggal 25 hingga 27 November 2025. Sukuk BALI kemudian dijadwalkan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2025.

Penawaran Sukuk Ijarah Bali Towerindo ini terbagi ke dalam dua seri dengan karakteristik yang berbeda:

  • Seri A: Diterbitkan dengan nilai Rp414,85 miliar dan memiliki tenor singkat selama 370 hari.
  • Seri B: Memiliki nilai lebih besar, yaitu Rp939,15 miliar, dengan tenor lebih panjang yakni tiga tahun.

Untuk kedua seri tersebut, cicilan imbalan ijarah akan dibayarkan kepada investor secara triwulanan. Skema pembayaran kembali dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri. Jatuh tempo Seri A adalah 13 Desember 2026, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 3 Desember 2028.

Peringkat dan Lembaga Penunjang

Emiten BALI telah memperoleh pemeringkatan dari Pefindo. Peringkat yang diberikan adalah idA(sy) yang dinyatakan berlaku hingga 1 September 2026.

Proses emisi ini didukung oleh beberapa lembaga keuangan terkemuka. Penjamin pelaksana emisi dijabat oleh PT Mandiri Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. Sementara peran sebagai wali amanat dipercayakan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Alokasi Penggunaan Dana Hasil Penerbitan

Dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan surat utang syariah ini akan dialokasikan untuk membiayai sejumlah kewajiban perusahaan. Rincian penggunaannya adalah sebagai berikut:

  • Sebesar 14,55 persen dana akan digunakan untuk pembayaran kepada PT Paramitra Intimega.
  • Sebanyak 8,14 persen dialokasikan untuk pelunasan hutang kepada Bank Victoria.
  • Alokasi terbesar, 44,55 persen, ditujukan untuk pembayaran hutang ke Indonesia Infrastructure Finance.
  • Sisa dana akan digunakan untuk pelunasan hutang pokok yang ada di Bank Mandiri.

Kinerja Keuangan Perusahaan

Hingga laporan triwulan III 30 September 2025, Bali Towerindo mencatatkan kinerja yang positif. Laba periode berjalan yang diraih perusahaan mencapai Rp138,72 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha yang berhasil dikumpulkan dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai Rp922,01 miliar.

Di sisi neraca keuangan, total aset yang dimiliki BALI tercatat sebesar Rp6,33 triliun. Di sisi liabilitas, perusahaan memiliki kewajiban sebesar Rp3,80 triliun. Dengan komposisi tersebut, ekuitas perseroan berada pada level Rp2,52 triliun.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar