Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, dan kabupaten Aceh Tamiang termasuk yang paling parah terdampak. Sejak Rabu (26/11) lalu, bencana ini telah merusak dua belas kecamatan di wilayah itu.
Dari udara, pemandangannya suram. Meski air mulai perlahan-lahan surut, genangan masih terlihat luas. Yang lebih memilukan, rumah-rumah warga tampak porak-poranda diterjang derasnya air dan material longsor.
Bupati setempat, Armia Fahmi, mengaku timnya masih kesulitan menjangkau korban.
"Baru dua kecamatan yang bisa kami akses untuk salurkan bantuan," ujarnya.
Padahal, menurutnya, cuaca sudah dua hari terakhir ini cerah tanpa hujan. Namun begitu, sepuluh kecamatan lainnya masih terendam banjir dan sama sekali belum terjamah. Akses jalan putus total, menghambat segala upaya pertolongan.
Korban jiwa pun berjatuhan. Data sementara yang berhasil dihimpun mencatat, setidaknya sepuluh orang meninggal dunia dalam musibah ini. Angka yang mungkin masih akan bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian.
Artikel Terkait
João Félix Cetak Hattrick, Al Nassr Kalahkan Al Shabab 4-2
Kemenag Pastikan Pendidikan 252 Santri Ponpes di Pati Tetap Berlanjut Pasca Penutupan Akibat Kasus Pencabulan
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa