Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka. Ronny Pasla, salah satu legenda yang namanya terukir dalam sejarah, telah berpulang. Kabar duka ini datang di awal pekan, meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan pecinta olahraga tanah air.
Menurut informasi yang beredar, sang mantan kiper tutup usia di Jakarta, tepatnya pada hari Senin dini hari, pukul 01.26 WIB. Usianya genap 79 tahun.
Perjalanan hidup Ronny dimulai di Medan, 15 April 1947. Karier gemilangnya di lapangan hijau dibangun dengan membela klub-klub besar. PSMS Medan, Persija Jakarta, dan Indonesia Moeda adalah saksi bisu ketangguhannya di antara tiang gawang.
Bicara soal prestasi, ia punya segudang. Bersama PSMS, Ronny berhasil mengantar timnya meraih gelar juara Perserikatan pada 1967 dan 1971. Tak cuma itu, ia juga turut andil dalam kemenangan di Piala Emas Aga Khan 1967, Piala Soeharto 1972, serta Piala Marah Halim di tahun yang berdekatan.
Lalu, saat memperkuat Persija, ia kembali mencetak sejarah dengan menjuarai Perserikatan pada 1975.
Namun begitu, kontribusinya tidak berhenti di level klub. Di timnas, terutama di era 1970-an, Ronny adalah pilar. Ia menjadi bagian penting dari skuad Garuda yang menjuarai Piala Raja 1968 di Thailand, Turnamen Merdeka 1969 di Malaysia, Turnamen Dies Natalis Jakarta 1972, dan Piala Pesta Sukan 1972.
Dari sekian banyak momen, ada satu yang paling melekat dan sering dikenang. Tahun 1972, saat Indonesia berhadapan dengan klub Brasil, Santos, yang kala itu masih diperkuat oleh sang legenda, Pele.
Di depan ribuan pasang mata, Ronny berhasil menggagalkan tendangan penalti Pele. Sebuah aksi brilian yang hingga kini masih menjadi cerita rakyat di kalangan penggemar sepak bola senior.
Artikel Terkait
Manchester United Kalahkan Everton 1-0, Sesko Bawa Tiga Poin Krusial
FFI Umumkan Skuad Final Timnas Futsal Putri untuk Piala AFF 2026
Real Madrid Tegaskan Mourinho Bukan Opsi, Fokus ke Klopp dan Proyek Jangka Panjang
Janice Tjen Tembus Peringkat 36 Dunia, Rekor Tertinggi Kariernya