"Kami harus membangun fasilitas logistik yang memadai karena lokasinya yang remote," tambah Arif.
Strategi Pendanaan dan Opsi Pembiayaan
Inalum menyatakan bahwa jika kontribusi Danantara belum memenuhi kebutuhan pendanaan, perusahaan masih memiliki opsi untuk mencari pinjaman tambahan. Strategi ini bertujuan untuk menjaga leverage atau rasio utang perusahaan, terutama mengingat Inalum juga sedang merencanakan pembangunan smelter baru.
Peningkatan Kapasitas Produksi Alumina Nasional
SGAR Mempawah Fase 2 direncanakan akan menambah kapasitas produksi sebesar 1 juta ton. Peningkatan ini akan menggenjot total kapasitas produksi alumina Inalum menjadi 2 juta ton per tahun.
Saat ini, kebutuhan alumina internal Inalum baru sekitar 550.000 ton, sementara 450.000 ton lainnya diekspor. Namun, dengan beroperasinya smelter kedua di masa depan, kebutuhan alumina domestik diproyeksikan melonjak menjadi 1,2 juta ton. Dengan kapasitas produksi 2 juta ton dari SGAR, seluruh produksi alumina akan dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan domestik, menghentikan ketergantungan pada ekspor.
"Dengan smelter kedua yang membutuhkan 1,2 juta ton, produksi 2 juta ton akan sepenuhnya terserap untuk kebutuhan dalam negeri," pungkas Arif.
Artikel Terkait
Pemerintah Tarik Rp 75 Triliun dari Bank, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6%
Wall Street 2026: Antara Optimisme Laba dan Bayang-Bayang Valuasi yang Mentok
Pemerintah Bekukan Tarif Listrik Awal 2026, PLN Siap Jaga Pasokan
Menteri Purbaya Akui Coretax Rumit, Tapi Aktivasi Tembus 11 Juta Akun