Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja, menegaskan bahwa langkah ini merupakan keputusan bisnis yang rasional. "Ini sejalan dengan tren peningkatan investasi korporasi dalam mendukung percepatan transformasi digital," ujarnya.
Faktanya, sepanjang periode Januari hingga September tahun ini, permintaan pasar untuk bisnis solusi dan konsultasi telah menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Unit bisnis tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 20,5 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini terutama digerakkan oleh tingginya permintaan di sejumlah segmen kunci. Segmen-segmen andalan tersebut meliputi layanan cloud, platform bisnis digital, keamanan siber (cybersecurity), kecerdasan artifisial (AI), serta managed services. Kontributor pertumbuhan terbesar datang dari sektor jasa keuangan dan sektor minyak dan gas.
Selain itu, stabilitas kinerja unit bisnis ini juga ditopang oleh pendapatan berulang yang berasal dari model bisnis berbasis langganan, memberikan fondasi pendapatan yang lebih dapat diprediksi.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Potong BPHTB 50% untuk Pembeli Rumah Pertama di Bawah Rp500 Juta
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak