Hilirisasi Kelapa RI: Potensi Rp 4.800 Triliun dari Tren Global

- Minggu, 16 November 2025 | 08:06 WIB
Hilirisasi Kelapa RI: Potensi Rp 4.800 Triliun dari Tren Global

Potensi Emas Industri Kelapa Indonesia Capai Rp 4.800 Triliun

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap potensi ekonomi luar biasa dari industri hilirisasi kelapa nasional. Nilainya diproyeksikan dapat mencapai Rp 4.800 triliun, suatu angka yang setara dengan 1,5 kali lipat dari nilai APBN Indonesia.

Peluang besar ini muncul seiring dengan perubahan tren konsumsi global. Amran menyoroti pergeseran minat masyarakat dunia dari susu hewani ke produk berbasis kelapa, seperti coconut milk dan berbagai turunannya. Indonesia dinilai perlu merespons tren positif ini dengan memperkuat lini produksi dan pengolahan lanjutan komoditas kelapa.

"Dengan mengemas air kelapa secara premium saja, nilai ekonominya bisa menyentuh Rp 2.400 triliun. Jika hilirisasi dilakukan secara total, nilainya bisa tembus Rp 4.800 triliun," jelas Amran dalam sebuah keterangan.

Gerakan Nasional Menanam Kelapa

Sebagai langkah nyata, Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa atau yang disebut Gemerlap. Gerakan ini diresmikan di Kabupaten Kepulauan Selayar, sebuah wilayah yang dianggap strategis untuk menggenjot produksi kelapa nasional.

Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, melaporkan tingginya antusiasme masyarakat dalam program ini. Berbagai elemen, mulai dari Aparatur Sipil Negara, petani, pemuda, hingga pelajar turut serta mempersiapkan lahan. Saat ini, telah tersedia 8.000 hektare lahan yang siap tanam dan jumlahnya masih berpotensi untuk bertambah.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Budaya Lokal

Natsir juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang meningkatkan alokasi pohon induk terpilih. Dari yang sebelumnya 1.300 pohon pada 2018, dialokasikan menjadi 14.000 pohon pada 2025. Peningkatan ini mampu menghasilkan 1,7 juta benih per tahun, menghasilkan surplus bagi daerah.

Di sisi budaya, kelapa memiliki makna mendalam bagi masyarakat Selayar. Buah ini digunakan dalam tradisi mahar pernikahan, yang melambangkan nilai kejujuran dan harapan untuk masa depan. Untuk mendukung program ini lebih lanjut, pemerintah daerah meminta dukungan tambahan berupa pupuk bersubsidi, penetapan harga acuan, fasilitas kultur jaringan, serta alat berat dari pemerintah pusat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar