SOFA (Boston Furniture) Kaji Divestasi Bisnis Furnitur Awal 2026
PT Boston Furniture Industries Tbk, emiten dengan kode saham SOFA, sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap kemungkinan pelepasan bisnis intinya di bidang furnitur. Langkah strategis ini muncul setelah PT Asia Investment Capital (AIC) resmi menjadi pengendali baru perusahaan.
Direktur Utama Boston Industries, Yohan Satya, menegaskan bahwa meskipun akuisisi oleh AIC telah rampung, operasional bisnis furnitur tetap berjalan seperti biasa. Namun, perseroan serius mempertimbangkan langkah divestasi.
Valuasi dan Timeline Potensial Divestasi SOFA
Sebagai bagian dari prosedur divestasi, SOFA saat ini aktif mempersiapkan proses penghitungan valuasi untuk menentukan nilai wajar bisnis furnitur tersebut. Yohan menyatakan bahwa keputusan akhir untuk melepas unit usaha ini sangat bergantung pada hasil kajian kelayakan ekonomi dan nilai valuasi yang diperoleh.
Secara tentatif, pelaksanaan divestasi bisnis furnitur SOFA diperkirakan berpotensi terjadi pada kuartal pertama tahun 2026. Namun, timeline ini masih mungkin mengalami penyesuaian, menyesuaikan dengan perkembangan kajian dan dinamika kondisi ekonomi yang berlaku.
Fokus Baru: Ekspansi ke Sektor Energi Terbarukan
Di sisi lain, masuknya AIC sebagai pengendali membawa agenda transformasi bisnis yang signifikan. Perusahaan berencana melakukan ekspansi dan diversifikasi ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Saat ini, kajian awal yang dilakukan lebih terfokus pada aspek regulasi dan perundang-undangan yang mengatur bisnis EBT di Indonesia.
Yohan menjelaskan bahwa jika hasil kajian keekonomian menunjukkan prospek yang positif dan layak secara bisnis, maka SOFA akan melanjutkan rencana divestasi bisnis furnitur. Pasca pelepasan, perusahaan akan sepenuhnya berkonsentrasi pada pengembangan kegiatan usaha di bidang energi.
Struktur Holding untuk Bisnis EBT
Apabila ekspansi ke sektor energi terbarukan benar-benar diwujudkan, segmen bisnis EBT ini akan dioperasikan melalui anak usaha SOFA. Dalam struktur ini, PT Boston Furniture Industries Tbk akan bertransformasi menjadi perusahaan holding yang bertugas mengendalikan dan mengawasi lini usaha energi yang baru tersebut.
Artikel Terkait
Industri Kripto Indonesia Genjot Literasi untuk Tekan Investasi Ikut-ikutan
Kemkomdigi Awasi Sidang Gugatan Rp3,3 Triliun Bali Towerindo ke Pemkab Badung
Harga CPO Catat Pelemahan Mingguan Kedua, Didorong Ekspor Malaysia Turun dan Kekhawatiran China
Saham BUMI Kuasai Pasar dengan Volume 50 Miliar Saham, Kontribusi ke IHSG Capai 17 Poin