Ledakan SMAN 72 Jakarta: Korban, Dugaan Bom Rakitan, dan Update Terbaru

- Jumat, 07 November 2025 | 16:18 WIB
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Korban, Dugaan Bom Rakitan, dan Update Terbaru
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Dugaan Bom Rakitan dan Update Korban

Ledakan SMAN 72 Jakarta: Dugaan Bom Rakitan dan Update Korban

Seorang siswa SMAN 72 Jakarta menduga bahwa ledakan yang mengguncang sekolahnya berasal dari sebuah bom rakitan. Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenkopolkam), Lodewijk Paulus, menegaskan bahwa pihak berwajib masih melakukan pendalaman mendalam terhadap informasi tersebut.

Lodewijk Paulus menyatakan, "Saat ini, kepolisian masih dalam tahap pendalaman. Kami belum dapat mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sebab-sebab kejadian ini. Mari kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut." Pernyataan ini disampaikannya saat berkunjung ke RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, pada hari Jumat (7/11).

Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Dalam kunjungannya, Lodewijk juga mengonfirmasi bahwa terdapat setidaknya 27 orang yang sedang menjalani perawatan di RS Islam Cempaka Putih akibat insiden tersebut.

Penyelidikan Penyebab Ledakan

Mengenai penyebab pasti ledakan di SMAN 72 Jakarta, apakah benar disebabkan oleh bom rakitan atau bukan, hal ini masih akan diteliti secara mendalam oleh Polda Metro Jaya. Lodewijk menambahkan, "Apabila sudah ada temuan yang pasti, Kapolda yang akan menyampaikan informasinya kepada masyarakat."

Pemerintah saat ini menyatakan fokus utama mereka adalah menangani dan mengurus para korban luka. "Yang terpenting saat ini adalah kita bersama-sama mendoakan agar anak-anak kita yang sedang dirawat dapat segera pulih kembali," tutup Lodewijk.

Diketahui, ledakan ini terjadi bersamaan dengan waktu iqomat salat Jumat. Data terakhir dari kepolisian menyebutkan total korban luka-luka mencapai 54 orang, yang kemudian dibawa untuk dirawat di RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi Jakarta.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar