Polisi Periksa Enam Saksi dan Telusuri Riwayat Kesehatan Lula Lahfah

- Senin, 26 Januari 2026 | 15:30 WIB
Polisi Periksa Enam Saksi dan Telusuri Riwayat Kesehatan Lula Lahfah

Penyelidikan atas meninggalnya selebgram Lula Lahfah terus bergulir. Polisi sudah mulai memanggil dan memeriksa sejumlah orang. Hingga hari ini, enam saksi telah memberikan keterangan mereka.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandar Syah, mengonfirmasi perkembangan ini.

"Sampai saat ini kita sudah memeriksa atau mengklarifikasi enam saksi yang sudah ada di TKP juga pada saat itu,"

Ujarnya kepada awak media, Senin lalu.

Tak cuma dari saksi, polisi juga mengais informasi dari rumah sakit. Mereka ingin mengklarifikasi kabar soal riwayat gangguan kesehatan yang dialami Lula. Langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab kematiannya yang sebenarnya.

"Selain itu dengan pihak rumah sakit, karena berdasarkan informasi saksi, salah satu saksi, saudari LL ini mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu, kita juga berdasarkan keterangan itu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mencari tahu, mengklarifikasi fakta yang ada seperti apa,"

Iskandar menambahkan bahwa proses ini butuh ketelitian.

"Kita juga butuh waktu dari rekan-rekan, agar kita dapat bekerja profesional, sehingga kita bisa memberikan fakta yang ada, sebagaimana yang apa yang terjadi pada saat itu,"

Lula ditemukan tak bernyawa di apartemennya pada Jumat malam, 23 Januari. Keadaannya saat itu telentang di atas kasur, berselimut putih, dengan kaus putih dan celana pendek hitam. Yang cukup mencolok, polisi menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan sama sekali pada jasadnya.

Di lantai 25 apartemen mewah di kawasan Dharmawangsa itu, petugas menemukan barang bukti lain. Ada obat-obatan dan surat rawat jalan yang tergeletak. Penemuan itu terjadi Jumat malam sekitar pukul setengah tujuh.

Di sisi lain, proses penyelidikan masih terus berjalan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa polisi masih menunggu hasil uji laboratorium dari berbagai barang bukti yang disita. Hasil itulah nanti yang akan menentukan langkah selanjutnya.

"Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,"

Kata Budi, di kesempatan terpisah pada Minggu (25/1). Semua pihak kini menunggu, sementara petugas bekerja mengumpulkan titik-titik fakta yang masih berserakan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar