Ilmuwan Temukan Es Tertua di Dunia Berusia 6 Juta Tahun dari Antarktika
Sebuah penemuan bersejarah berhasil dicapai oleh tim ilmuwan internasional. Mereka berhasil mengangkat bongkahan es berusia 6 juta tahun dari Antarktika, menjadikannya sampel es tertua yang pernah diteliti secara langsung. Temuan luar biasa ini membuka jendela baru untuk mempelajari kondisi iklim Bumi pada jutaan tahun yang lalu.
Gelembung Udara Purba dalam Es 6 Juta Tahun
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkap rahasia yang tersimpan dalam es purba tersebut. Sampel ini mengandung gelembung udara yang terperangkap sempurna, mengunci komposisi atmosfer Zaman Miocene. Usia es ini dua kali lebih tua dari rekor sebelumnya, yang hanya berumur 2,7 juta tahun.
Sarah Shackleton, penulis utama studi dari Woods Hole Oceanographic Institution, menggambarkan inti es sebagai "mesin waktu" yang memungkinkan manusia melihat kondisi Bumi di masa lalu yang sangat lampau, jauh melampaui perkiraan sebelumnya.
Mengintip Iklim Zaman Miocene yang Lebih Hangat
Sampel es dan udara purba ini berasal dari Zaman Miocene, yaitu periode antara 23 juta hingga 5,3 juta tahun lalu. Pada masa itu, suhu Bumi jauh lebih hangat, permukaan laut lebih tinggi, dan planet ini dihuni oleh hewan-hewan purba seperti kucing bertaring panjang (saber-toothed cat) dan mammoth.
Lokasi Penemuan Es Tertua di Allan Hills, Antarktika
Tim yang dipimpin Shackleton menemukan es tertua ini di Allan Hills, sebuah wilayah lapisan es biru di Antarktika Timur. Ekspedisi berlangsung dari 2019 hingga 2023 di lokasi terpencil dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Untuk mendapatkan sampel, pengeboran dilakukan hingga kedalaman 200 meter.
Bagaimana Ilmuwan Menentukan Usia Es Purba?
Penentuan usia 6 juta tahun dilakukan dengan metode canggih, yaitu mengukur peluruhan radioaktif isotop argon dalam gelembung udara. Selain itu, analisis isotop oksigen dalam inti es juga dilakukan untuk memetakan perubahan suhu selama jutaan tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Allan Hills telah mengalami pendinginan stabil sekitar 12 derajat Celsius selama 6 juta tahun terakhir. Temuan ini kontras dengan kondisi saat ini, di mana aktivitas manusia justru memanaskan planet dengan cepat melalui emisi gas rumah kaca.
Rahasia Kelestarian Es Jutaan Tahun di Dekat Permukaan
Pertanyaan besar adalah bagaimana es berusia jutaan tahun bisa bertahan di dekat permukaan? Jawabannya terletak pada kondisi alam yang unik di Allan Hills. Kombinasi pergerakan es yang sangat lambat, topografi pegunungan terjal, angin kencang, dan suhu dingin ekstrem berperan dalam "mengunci" dan melestarikan es purba di lokasi tersebut.
Dengan kondisi yang unik ini, Allan Hills menjadi lokasi terbaik di dunia untuk menemukan es purba yang masih dangkal, meskipun juga dikenal sebagai salah satu tempat paling keras untuk melakukan penelitian lapangan.
Artikel Terkait
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan
Nyanyian Leluhur: Ritme Kuno Indri Madagaskar yang Menggemakan Musik Manusia
Uban Bisa Dibalik? Rahasianya Ternyata pada Sel yang Macet