Deepfake hingga Voice Copy: Ancaman Siber Kini Ada di Sisi Anda

- Rabu, 28 Januari 2026 | 08:18 WIB
Deepfake hingga Voice Copy: Ancaman Siber Kini Ada di Sisi Anda

Ancaman kejahatan siber kini bukan lagi cerita fiksi atau berita dari negeri jauh. Menurut Firlie Ganinduto, Ketua Umum Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), bahaya itu sudah ada di sekitar kita, menyelinap dalam keseharian. Era kecerdasan buatan (AI) membuat pelaku kejahatan digital tak lagi beroperasi dari ruang gelap yang jauh. Mereka bisa berada di mana saja, bahkan di sebelah kita.

Dalam sebuah diskusi bertajuk “Infinix Smartphone with Pre-Installed Digital Protection Powered by IntelliBroń Aman”, Firlie mengungkap fakta yang cukup mencemaskan. Upaya peretasan, baik terhadap jaringan besar maupun ponsel pribadi, terjadi hampir setiap saat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ironisnya, banyak korban yang bahkan tak sadar bahwa sistem mereka sudah lama disusupi.

“Handphone yang beredar di Indonesia itu harus sudah memiliki sistem keamanan yang memadai. Kalau hanya mengandalkan awareness, akan sulit melindungi masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Firlie menilai kondisi ini berakar pada kesadaran keamanan siber masyarakat yang masih rendah. Namun begitu, solusinya tak bisa cuma mengandalkan edukasi. Harus ada upaya paralel untuk membangun industri keamanan siber dalam negeri yang benar-benar tangguh.

Di sisi lain, perkembangan teknologi justru punya dua mata pisau. AI yang seharusnya memudahkan hidup, malah memperkuat kemampuan para hacker. Dua modus yang kini marak dan mengkhawatirkan adalah deepfake dan voice copy. Deepfake, seperti yang kita tahu, memanipulasi wajah seseorang untuk membuat rekaman palsu yang nyaris sempurna.

Tapi voice copy dinilai lebih mengerikan lagi. Cukup dengan rekaman suara korban selama 5-10 detik saja, pelaku sudah bisa membangun profil suara tiruan. Hasilnya? Suara kita bisa dipakai untuk mengatakan apa pun yang mereka mau. Situasi ini jelas menunjukkan betapa gentingnya ancaman di era sekarang.


Halaman:

Komentar