Lalu, apa yang menghambat?
Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia, menyoroti tiga tantangan utama berdasarkan pembicaraan dengan para CIO.
jelasnya.
Realitanya, 67% organisasi di ASEAN masih berkutat di fase uji coba sistematis. Ke depannya, masa depan AI di kawasan ini kemungkinan besar akan dibangun di atas infrastruktur Hybrid AI perpaduan antara cloud dan pemrosesan di perangkat lokal untuk menjawab isu biaya dan keamanan yang masih jadi ganjalan.
Nuansanya jelas sudah berbeda. Perusahaan-perusahaan kini nggak mau cuma eksperimen. Mereka menuntut dampak yang kasat mata. Ukuran sukses pun bergeser; implementasi AI sekarang harus menunjukkan ROI yang jelas, plus manfaat non-finansial seperti kepuasan pelanggan yang lebih baik atau keputusan bisnis yang lebih cepat.
Tom Butler, VP Lenovo Asia Pacific, menyimpulkan perubahan mindset ini dengan lugas.
katanya.
Jadi, ceritanya bukan lagi tentang "apa itu AI", tapi sudah pada "AI untuk apa". Dan untuk menjawab itu, jalan yang harus ditempuh ternyata masih panjang.
Artikel Terkait
Telkomsel Pastikan Jaringan Pulih Total, Fokus Kini pada Stabilitas Pascabanjir Aceh-Sumatera
Kelangkaan RAM Ganggu Gelombang AI, Lenovo Ubah Strategi ke Solusi Berbasis Hasil
Batu Seberat 826 Gram Dikeluarkan dari Kandung Kemih Pria Iran
Bakteri Pemakan Minyak: Harapan Baru untuk Sembuhkan Laut Indonesia