Sabtu malam di Doha berubah jadi mencekam. Suara ledakan memecah kesunyian, menandai serangan balasan Iran yang baru saja dilancarkan. Ini adalah respons atas hujan rudal dari Israel dan AS yang lebih dulu menghantam wilayah Iran.
Menurut sejumlah saksi, serangan itu fokus pada pangkalan militer Al Udeid, yang letaknya tak jauh dari ibu kota Qatar. Sistem radar di pangkalan itu dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Seorang diplomat yang enggan disebutkan namanya memberikan rincian yang cukup mengerikan kepada AFP.
"Qatar menjadi sasaran 44 rudal dan delapan drone... dengan delapan orang terluka termasuk satu orang dalam kondisi kritis,"
Di sisi lain, Israel juga merasakan dampak balasannya. Channel 12 Israel melaporkan ledakan-ledakan keras menggema di sejumlah kota. Surat kabar Hayom bahkan menyebut satu rudal jatuh di Tel Aviv, memicu sirene peringatan berkumandang di kota itu.
Semua ini berawal dari serangan AS dan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat. Iran tak tinggal diam. Mereka langsung membalas dengan menargetkan aset-aset militer Amerika yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Namun begitu, situasi jadi semakin rumit dengan klaim kontroversial dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dia dengan tegas menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan di Teheran.
Klaim itu langsung dibantah habis-habisan oleh pihak Iran. Mereka bersikeras bahwa Khamenei masih hidup dan baik-baik saja. Jadi, perang informasi pun ikut berkecamuk, menambah suasana makin panas dan tidak pasti.
Artikel Terkait
Universitas Ciputra Jakarta Buka Beasiswa Penuh Kuliah Gratis 4 Tahun Lewat OSC 2026
Kebakaran di Permukiman Padat Kemayoran Padam Setelah 7 Jam, Sejumlah Warga Dirawat karena Sesak Napas
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa Barat pada 2 Juni 2026
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata