Masa Depan AI: Peluang Ekonomi atau Ancaman yang Disalahartikan?

- Rabu, 19 November 2025 | 18:35 WIB
Masa Depan AI: Peluang Ekonomi atau Ancaman yang Disalahartikan?
Perspektif AI: Peluang atau Ancaman?

Masa Depan Kecerdasan Buatan: Peluang atau Ancaman?

Dalam sebuah diskusi terbatas di Park Hyatt Jakarta, para pakar dan praktisi teknologi menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI). Helmy Yahya, figur publik yang hadir dalam acara peluncuran HUGENCY, menegaskan bahwa AI merupakan keniscayaan yang harus dihadapi dengan optimisme.

"AI bukan sesuatu yang menakutkan, karena itu jangan pernah menentang kemajuan teknologi," tegas Helmy Yahya dalam paparannya.

Menurut Helmy, sikap resisten terhadap teknologi justru akan menghambat potensi perkembangan individu. AI, dalam pandangannya, harus diposisikan sebagai mitra strategis dalam menggapai masa depan yang lebih baik.

Dampak Positif AI Melalui Berbagai Sektor:

  • Meningkatkan nilai diri dan kompetensi individu
  • Mengoptimalkan kinerja perusahaan dan lembaga publik
  • Memperkuat pesan positif dalam konten media sosial

Pendapat serupa disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi AI. Menurutnya, kemampuan mengoperasikan sistem AI dapat menjadi nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja.

"Jika skill AI mumpuni, bukan tidak mungkin gaji ketika bekerja atau menghasilkan karya di atas UMR. Ini sesuatu yang perlu dikelola dan diarahkan supaya hasilnya positif," jelas Teuku Riefky.

Dari perspektif ketenagakerjaan, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari melihat AI sebagai solusi inovatif untuk membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi generasi muda.

"AI ini bisa jadi wahana kerja, dan pemanfaatannya juga bisa untuk memajukan UMKM. Jika konten video yang diciptakan bisa sangat baik, nilai dari produk tentu bisa meningkat," ujar Qodari.

Helmy Yahya menambahkan bukti konkret potensi ekonomi dari penguasaan AI. "Jika AI ini dipelajari dengan sangat baik, satu video bisa dijual 750 dolar Amerika Serikat. Jadi, sangat bisa menjadi ladang pekerjaan," tambahnya.

Para ahli sepakat bahwa kunci keberhasilan pemanfaatan AI terletak pada pendekatan yang tepat. Alih-alih dianggap sebagai ancaman, AI harus dipandang sebagai alat bantu yang dapat memperkuat kemampuan manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar