Trump Minta Pengampunan untuk Netanyahu: Isi Lengkap Surat & Dampaknya

- Kamis, 13 November 2025 | 10:35 WIB
Trump Minta Pengampunan untuk Netanyahu: Isi Lengkap Surat & Dampaknya
Trump Minta Pengampunan Netanyahu: Analisis Lengkap Permintaan Kontroversial

Trump Resmi Minta Pengampunan untuk Netanyahu dari Tuduhan Korupsi

WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat langkah politik mengejutkan dengan mengirim surat resmi kepada Presiden Israel Isaac Herzog. Dalam dokumen tersebut, Trump meminta pengampunan penuh untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait seluruh tuduhan korupsi yang sedang dihadapi pemimpin Israel itu.

Isi Lengkap Surat Trump untuk Presiden Israel

Surat yang beredar di media pada pertengahan November 2025 memuat pujian Trump terhadap performa Netanyahu sebagai pemimpin selama konflik Gaza. Trump menggambarkan Netanyahu sebagai figur tangguh yang berjasa besar dalam menjaga keamanan Israel di masa perang.

Trump secara tegas menyatakan bahwa semua tuduhan korupsi terhadap Netanyahu bersifat politis dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Menurut penilaiannya, Perdana Menteri Israel tersebut telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam mempertahankan kedaulatan negara sekaligus memimpin upaya perdamaian regional.

Pujian Trump atas Peran Netanyahu dalam Konflik Gaza

Dalam suratnya, Trump secara khusus menyoroti peran Netanyahu selama perang di Gaza. Meskipun PBB mencatat korban jiwa mencapai lebih dari 69.000 warga Palestina termasuk 20.000 anak-anak, Trump justru memuji kemampuan Netanyahu dalam mengendalikan Hamas.

Trump menyebutkan bahwa Netanyahu berhasil membawa Israel menuju kemenangan bersejarah. Pernyataan ini kontras dengan laporan berbagai organisasi internasional yang menyoroti dampak humaniter dari konflik tersebut.

Upaya Perluasan Perjanjian Abraham

Surat Trump juga mengungkapkan dukungan terhadap upaya Netanyahu memperluas Perjanjian Abraham. Trump meyakinkan Herzog bahwa Netanyahu tetap aktif berkomunikasi dengan pemimpin negara-negara Timur Tengah untuk menambah anggota perjanjian normalisasi hubungan tersebut.

Trump menekankan pentingnya fokus pada repatriasi sandera dan penyelesaian perjanjian damai. Namun, klaim Trump bahwa dirinya telah "mengamankan perdamaian di Timur Tengah sejak 3.000 tahun lalu" menuai kritik karena tidak akurat secara historis.

Dampak Intervensi Politik Trump

Langkah Trump ini dinilai banyak pengamat sebagai intervensi langsung dalam urusan hukum dan politik domestik Israel. Surat tersebut juga memperlihatkan pola konsisten dukungan Trump terhadap pemimpin sayap kanan di berbagai negara.

Sebelumnya, pemerintahan Trump juga diketahui memberikan bantuan ekonomi besar-besaran kepada Argentina di bawah kepemimpinan Javier Milei, menunjukkan keselarasan politik dengan pemimpin berhaluan kanan di berbagai belahan dunia.

Permintaan pengampunan untuk Netanyahu ini terjadi dalam konteks persidangan korupsi yang masih berlangsung dan situasi politik Israel yang terus berkembang. Dampak surat Trump terhadap proses hukum dan opini publik di Israel masih menjadi bahan pengamatan para analis politik internasional.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar