Kedua pelaku menyatakan penyesalan yang mendalam atas perbuatan mereka. Mereka mengungkapkan bahwa motor hasil curiannya rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Nyesel,” ucap Romaja. Pam Saputra menambahkan, “(Uang hasil kejahatan) buat kebutuhan sehari-hari.”
Kombes Pol Iman Imanuddin, selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa motif utama dari kejahatan ini adalah pencurian kendaraan bermotor. Penyidik juga masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan jaringan sindikat di balik aksi penembakan ini.
Peristiwa tragis ini terjadi di Kampung Baru, Jalan Pelajar, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Seorang petugas keamanan atau hansip dengan inisial AS meninggal dunia saat berusaha mencegah aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh para pelaku.
Proses penangkapan berlangsung cepat, di mana polisi berhasil mengamankan Pam Saputra di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada hari yang sama dengan kejadian. Sementara Romaja berhasil ditangkap di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, keesokan harinya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik
Ekspor Kendaraan Listrik China Tembus Rekor 349.000 Unit di Tengah Gejolak Harga Minyak
Gibran Soroti Kerugian Rp 9.000 Triliun Akibat Manipulasi Faktur Ekspor-Impor
Prabowo Mundur dari Ketum IPSI Usai 34 Tahun, Fokus ke Tugas Presiden