Kondisi Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Membaik, Mendikdasmen Pastikan Pendampingan Psikososial
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, telah menjenguk korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang sedang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih. Kunjungan yang dilakukan pada Minggu malam tersebut membawa kabar positif mengenai perkembangan kondisi para korban.
Dalam pernyataannya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa kondisi kesehatan para korban ledakan SMAN 72 menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia mengungkapkan optimisme dan semangat yang terpancar dari para korban yang dijenguknya.
"Alhamdulillah semuanya sudah mulai membaik. Semua yang saya jenguk, kelihatan semangat, sudah optimis mereka," ujar Mu'ti. Ia juga menambahkan bahwa para korban menunjukkan ketabahan hati yang tinggi dalam menghadapi situasi yang sedang mereka alami.
Selain bertemu dengan para korban, Mendikdasmen juga menemui sejumlah keluarga korban yang berada di rumah sakit. Komitmen untuk memberikan dukungan penuh pun ditegaskan oleh pihak kementerian.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Kementerian Pendidikan akan memberikan pendampingan mental dan layanan psikososial bagi seluruh warga sekolah yang terdampak. Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi korban yang dirawat, tetapi juga untuk guru, murid, dan seluruh komunitas SMAN 72 Jakarta.
"Dari pihak kementerian, bekerja sama dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan kementerian terkait, kami mulai hari Senin akan memberikan layanan psikososial untuk warga sekolah, untuk guru, dan juga untuk murid-murid yang lainnya," jelas Mu'ti.
Langkah ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan mengembalikan kondisi psikologis warga sekolah pasca insiden ledakan yang terjadi.
Artikel Terkait
Surplus Dagang Indonesia 2025 Tembus USD41 Miliar, Tumbuh 31% di Tengah Tekanan Global
Kemendag Fasilitasi Ekspor 1.217 UMKM, Raih Transaksi USD 134,87 Juta
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 9,4 Kg Ganja di Cawang, Tiga Tersangka Diamankan
Iran Tuntut Protokol Keamanan IAEA Sebelum Izinkan Inspeksi di Situs yang Masih Ada Bom AS