Bahkan, ledakan dahsyat yang menewaskan ribuan orang tersebut terasa hingga daratn Amerika.
Dari cerita dalam koran tersebut, ledakan Gunung Krakatau menyebabkan kematian serta kehancuran di Jawa dan Sumatera.
Kalau itu, ahli vulkanologi amatir dan filsuf Dr. Acel Ridder dalam koran tersebut menyampaikan bahwa tidak ada ilmuwan yang dapat mengetahui sebelumnya kapan gunung berapi akan aktif.
"Anda hanya dapat mengetahuinya empat hingga lima jam sebelum letusannya," ujar Dr. Acel Ridder dalam koran tersebut.
Dengan waktu singkat seperti itu, Dr. Acel Ridder menyatakan bahwa hal tersebut sangat sulit untuk mencapai tingkat keselamatan.
Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada Senin, 27 Agustus 1883 itu telah membuat pulau asli Krakatau lenyap dan hanya menyisakan kawahnya saja.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: proserang.com
Artikel Terkait
Mentan: Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer
Inflasi AS Melonjak ke Level Tertinggi Setahun Akibat Konflik Iran dan Harga BBM
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian