Inovasi Mahasiswa UGM: Olah Empon-empon Jadi Puding Instan dan Permen Jeli
Empon-empon atau rempah-rempah tradisional Indonesia seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur kini diolah menjadi camilan kekinian. Inovasi ini hadir berkat kreativitas mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengubah bahan jamu ini menjadi produk pangan modern seperti puding instan dan permen jeli.
Gagasan PKM-PM UGM untuk Kembangkan Potensi Lokal
Inovasi pengolahan empon-empon ini digagas oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UGM. Tim yang terdiri dari Oxana F.M. Simatupang, Diah Nasywa Wijaya, Gadiza Larasayu Ginantika, Syntia Elsa Manora Simarmata, dan Melati Putri Ramadhani ini melihat potensi besar komoditas tradisional yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mereka memberdayakan masyarakat di Kampung Empon-Empon, Dusun Ngalian, Sleman. Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lestari dipilih sebagai mitra utama untuk mengembangkan produk olahan berbasis rempah lokal.
Produk Inovatif: Pudak Kunir dan Gendis Empon
Serangkaian pelatihan dan pendampingan praktis menghasilkan produk pangan inovatif bernilai jual. Dua produk unggulan yang berhasil diciptakan adalah:
- Pudak Kunir: Puding instan berbahan dasar kunyit.
- Gendis Empon: Permen jeli yang terbuat dari temulawak.
Seluruh anggota PKK terlibat aktif, mulai dari menanam empon-empon di pekarangan, mengolah hasil panen, hingga proses pengemasan akhir yang menarik dan layak jual.
Pendampingan Lengkap: Dari Pengolahan hingga Pemasaran Digital
Tim PKM-PM UGM tidak hanya memberikan pelatihan pengolahan. Pendampingan intensif juga mencakup desain kemasan, strategi pemasaran digital, dan pengurusan izin usaha. Produk-produk ini mulai dipasarkan melalui kerja sama dengan Posyandu Lestari dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sleman, serta akan diedarkan lebih luas via platform e-commerce.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Ketua PKK Lestari, Titik, menyambut antusias program ini. Ia mengungkapkan bahwa program ini membuka wawasan warga tentang potensi ekonomi tanaman empon-empon, memberikan nilai tambah, dan menciptakan sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif mahasiswa UGM ini membuktikan bahwa kekayaan rempah lokal Indonesia memiliki peluang besar untuk diolah menjadi peluang ekonomi baru yang inovatif dan menjanjikan.
Artikel Terkait
Rusia Peringatkan Ketegangan AS-Iran Bak Bom Waktu
Krakatau Osaka Steel Tutup April 2026, Tertekan Banjir Baja Impor Murah China
Inggris Luncurkan Program Akselerator Pendanaan Iklim di Indonesia
Menperin Soroti Pertumbuhan Manufaktur Tembus 5,17%, Ungguli Ekonomi Nasional