Pertamina dan Rumah BUMN Klungkung Gelar Pelatihan Jamu Herbal untuk Perempuan Pesisir Manggis
Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Manggis, berkolaborasi dengan Rumah BUMN Klungkung, menyelenggarakan Pelatihan Jamu Herbal Warisan Sehat Nusantara. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kencana Manggis (Kecamatan Tanggap Bencana Manggis) yang diadakan di Kantor Kecamatan Manggis, Karangasem.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kelompok perempuan, termasuk Kelompok Wanita Nelayan seperti Eka Bahari Putri, Bunda Segara Madu, Sekar Segara Ayu, Adiwinangun, dan Tirta Harum Sari. Turut hadir pula Kelompok Wanita Tani Nampo Sari, Satya Luih Lestari, serta Ibu-Ibu PKK Kecamatan Manggis yang tergabung dalam Sekolah Lapang Perempuan Pesisir.
Inisiatif ini merupakan upaya pemberdayaan sosial ekonomi perempuan pesisir pasca bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Manggis, Bali. Pelatihan dirancang untuk membuka peluang usaha baru dengan memanfaatkan potensi lokal berupa rempah dan tanaman herbal, yang mudah dijalankan, rendah risiko, dan berkelanjutan.
Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis rempah herbal lokal, manfaat kesehatan jamu tradisional, teknik peracikan yang higienis, hingga strategi kemasan dan pemasaran produk. Peserta juga dibekali pemahaman untuk menjaga standar produksi agar produk jamu dapat diterima pasar dengan baik.
Budi Yulianto, Senior Supervisor HSSE, menegaskan bahwa Program Kencana Manggis adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memperkuat ketahanan masyarakat. "Pemulihan pascabencana tidak hanya fisik, tetapi juga mental, ekonomi, dan keberdayaan. Kami ingin mendorong perempuan pesisir agar semakin percaya diri, mandiri, dan mampu beradaptasi," ujarnya.
Perwakilan Rumah BUMN Klungkung, Sri Widianti, menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai pondasi pemulihan ekonomi keluarga. "Tren gaya hidup sehat membuka peluang besar bagi produk jamu tradisional. Rumah BUMN Klungkung siap mendampingi pengembangan usaha, dari produksi, branding, hingga pemasaran digital," tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik meracik jamu, mulai dari pengolahan bahan, peracikan rasa, hingga simulasi pemasaran. Ni Made Suma Mergantini, Ketua Kelompok Wanita Tani Satya Luih Lestari, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberi kepercayaan diri baru untuk bangkit. "Bahan herbal di sekitar kita bisa diolah menjadi minuman kesehatan yang bernilai ekonomi. Kami berharap bisa memproduksi secara berkelompok," katanya.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menambahkan bahwa program ini selaras dengan komitmen Pertamina mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya kesetaraan gender serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Pertamina IT Manggis dan Rumah BUMN Klungkung berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, pemulihan ekonomi lokal, dan pelestarian kearifan budaya pengobatan tradisional sebagai Warisan Sehat Nusantara.
Artikel Terkait
Rusia Peringatkan Ketegangan AS-Iran Bak Bom Waktu
Krakatau Osaka Steel Tutup April 2026, Tertekan Banjir Baja Impor Murah China
Inggris Luncurkan Program Akselerator Pendanaan Iklim di Indonesia
Menperin Soroti Pertumbuhan Manufaktur Tembus 5,17%, Ungguli Ekonomi Nasional