Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 11,43 Juta di 2025, Pengeluaran Rp 21,6 Juta per Orang

- Selasa, 04 November 2025 | 09:18 WIB
Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 11,43 Juta di 2025, Pengeluaran Rp 21,6 Juta per Orang

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 11,43 Juta di 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia periode Januari-September 2025 mencapai 11,43 juta kunjungan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,22 persen dibandingkan periode sama tahun 2024.

Rata-Rata Pengeluaran Wisatawan Asing Meningkat

Wisatawan internasional tercatat menghabiskan rata-rata US$ 1.297 atau setara Rp 21,6 juta per kunjungan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengonfirmasi kenaikan pengeluaran rata-rata wisman dari triwulan sebelumnya yang sebesar US$ 1.199.

Sebaran Pengeluaran Wisatawan Mancanegara

Analisis persentase pengeluaran wisman menunjukkan sektor akomodasi mendominasi (37,31%), diikuti makanan dan minuman (19,4%), belanja dan oleh-oleh (10,98%), serta hiburan (8,78%).

Kinerja Pariwisata Indonesia September 2025

Kunjungan wisman bulan September 2025 mencapai 1,39 juta, meningkat 9,04% secara tahunan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang nasional mencapai 50,16%, dengan provinsi seperti Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur mencatatkan TPK di atas 53%.

Negara Asal Wisatawan Terbanyak dan Pintu Masuk Utama

Malaysia menjadi kontributor terbesar kedatangan wisman (19,53%), disusul Australia (11,72%) dan Singapura (8,55%). Bandara Internasional Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, dan Batam tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Tren Wisatawan Nasional ke Luar Negeri

Perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri September 2025 mencapai 695.900 perjalanan, naik 5,25% dari September 2024. Destinasi favorit wisnas adalah Malaysia (28,92%), Arab Saudi (18,77%), dan Singapura (13,09%), dengan lonjakan signifikan ke China mencapai 7,78%.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar