Selebgram Fuji Kembali Tertipu, Bongkar Modus Penggelapan Dana oleh Admin Pribadi

- Sabtu, 01 November 2025 | 10:18 WIB
Selebgram Fuji Kembali Tertipu, Bongkar Modus Penggelapan Dana oleh Admin Pribadi

Selebgram Fujianti Utami Putri, yang dikenal dengan nama Fuji, kembali melaporkan kasus dugaan penggelapan dana. Kali ini, pelaku yang dilaporkan adalah admin pribadi yang selama ini dipercayainya. Fuji mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat (31/10) untuk melengkapi laporan polisinya.

Ditemani oleh pengacaranya, Sandy Arifin, Fuji memaparkan kronologi lengkap kasus penggelapan ini. Menurutnya, kasus ini terungkap saat ia sedang memproses persetujuan untuk sebuah konten endorsement di malam hari.

"Saat itu saya dimintai video approval untuk endorsement. Seperti biasa, saya meminta untuk melihat bukti transfer terlebih dahulu sebelum konten di-upload," jelas Fuji menceritakan awal mula terungkapnya kasus ini.

"Ketika bukti transfer diberikan, saya langsung curiga karena nominalnya berbeda dengan rate card yang saya miliki. Saya pun bertanya dari mana angka tersebut berasal," lanjutnya.

Kecurigaan Fuji semakin menjadi ketika adminnya memberikan penjelasan yang terkesan panik dan tidak masuk akal. Situasi ini mendorongnya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Saya ambil handphone kerja milik saya dan menghubungi klien secara langsung untuk meminta bukti transfer asli yang pernah dilakukan," ujar Fuji.

Setelah berkomunikasi langsung dengan klien, terungkap fakta mengejutkan bahwa dana endorsement tersebut tidak pernah masuk ke rekening Fuji. Modus yang digunakan pelaku adalah sistem "gali lubang tutup lubang".

"Untuk endorsement brand A, dia menunjukkan bukti transfer dari brand Z. Dana dari brand A kemudian dia ambil untuk kepentingannya sendiri," papar Fuji tentang modus penggelapan yang dialaminya.

Fuji menduga pelaku telah melakukan aksi penggelapan sejak awal bekerja bersamanya. "Semakin lama semakin nekat dan serakah. Bahkan pelaku mengajak orang lain terlibat sehingga permainannya semakin rapi," tambahnya.

Modus Penggelapan Dana Melibatkan Banyak Orang

Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, mengonfirmasi bahwa pelaku tidak bekerja sendirian. Fakta ini sedang dikembangkan lebih lanjut oleh penyidik kepolisian.

"Dari keterangan klien kami, terungkap bahwa pelaku tidak bertindak sendiri. Ada lebih dari satu orang yang terlibat. Ini yang sedang didalami oleh penyidik," jelas Sandy Arifin.

Insiden ini merupakan pukulan kedua bagi Fuji, setelah sebelumnya juga mengalami masalah dengan mantan manajernya. Meski mengaku sudah sangat berhati-hati, Fuji merasa kecolongan karena para pelaku diduga saling bekerja sama menutupi kejahatan mereka.

"Ini sudah yang kedua kalinya. Saya sudah berusaha hati-hati, tapi sulit sekali jika mereka saling membantu menutupi. Seperti mata, mulut, dan kuping kita ditutup," keluh Fuji.

Meski mengalami musibah ini, Fuji tetap tegar dan yakin bahwa kebenaran akan terungkap. "Mainnya memang rapi, tapi serapi apapun permainan kotor pasti akan ketahuan juga," tutup Fuji dengan penuh keyakinan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar